sisi lain prabowo yang paling dimusuhi

http://kabarpengamat.blogspot.com/2014/12/sisi-lain-prabowo-yang-paling-dimusuhi.html?m=1

Selasa, Desember 09, 2014
di 3:17 PM Sisi Lain Prabowo Yang Paling Dimusuhi Banyak Jenderal
Kisah tentang Jokowi sudah banyak kita published , sekarang kita share sisi lain Prabowo Subianto yang tidak pernah terungkap ( untold story ).
Sedikit orang yang tahu bahwa perkawinan Prabowo Subianto dengan Titiek Soeharto di TMII pada tanggal 8 Mei 1983, adalah berkat jasa Jenderal LB Moerdani (LBM). Prabowo, yang pada tahun 1982-1985 berpangkat Mayor adalah staf khusus Menhankam/Pangab LB Moerdani. Moerdani sudah lama mengamati Prabowo. Sejak lulus Akmil berpangkat Letda, Moerdani serius mencermati dan menilai perilaku, karakter dan kinerja Prabowo. Kesimpulannya: Luar Biasa.
Disamping memiliki kejeniusan (IQ 152), Prabowo sangat berani, patriotik, dan sangat cinta tanah air. Dalam cerita-cerita Jawa, disebut sebagai Senopati Wirang . Saat itu, Menhankam/Pangab LB Moerdani tahu persis bahwa Prabowo sudah dijodohkan dengan putri seorang jenderal yang juga seorang dokter, namun Moerdani diam-diam tidak setuju.
Pada tahun 1982-1985 itu, LB Moerdani adalah tokoh yang sangat dipercayai oleh Presiden Soeharto. Saran-sarannya didengar dan sering diterima oleh Pak Harto. Besarnya Kepercayaan Soeharto kepada Moerdani adalah karena dia selalu menunjukkan loyalitasnya terhadap Soeharto. Jadi LBM adalah pengaman bagi kekuasaan Soeharto dan Orba.
LB Moerdani kebetulan adalah penganut Katolik, agama yang sama dengan Ibu Tien saat itu. Sedangkan Pak Harto adalah penganut Islam Abangan, lebih ke Kejawen ( Bhirawa). Moerdani melobi Ibu Tien agar setuju mengambil Mayor Prabowo menjadi menantu, dan menjodohkannya dengan Titiek (Siti Hediati Harijadi) Soeharto. Bu Tien akhirnya setuju dan Pak Harto pun menyetujuinya. Mereka (Pak Harto dan Bu Tien) tidak tahu bahwa Prabowo sebenarnya sudah bertunangan. Akhirnya tunangan dibatalkan, dan Prabowo menikahi Titiek.
Semula LB Moerdani berharap Prabowo akan menjadi mata dan telinganya di Cendana. Menjadi tangan kanan Moerdani dalam menggapai cita-citanya. LB Moerdani tidak menyangka Mayor Prabowo setelah jadi menantu Soeharto ternyata malah mengkhianati Moerdani, karena Prabowo lebih berpihak kepada Pak Harto dan keluarga Cendana.
Moerdani salah menganalisa dan menilai Prabowo sebagai penganut Islam Abangan, karena berayahkan sosialis sekuler, ibu dan saudara-saudaranya banyak yang Kristen atau non muslim. Moerdani merasa tidak berisiko ketika dia memaparkan rencananya selaku Menhankam/Pangab untuk menghancurkan Islam di Indonesia secara sistematis. Termasuk rencana Moerdani untuk merekayasa stigma negatip pada umat Islam Indonesia sebagai “ancaman” terhadap NKRI dan kekuasaan Soeharto.
Contohnya adalah ketika ABRI membantai ratusan umat Islam pada peristiwa Tanjung Priok. Moerdani melakukan pengkondisian agar Islam menjadi “musuh” Negara! Sehingga Islam sama dengan “musuh” Negara!
Moerdani memaparkan bagaimana caranya ABRI menciptakan “terorisme Islam”, “pembangkangan Islam”, atau “ Islamophobia” dan seterusnya. Lalu menumpasnya secara keji. Moerdani menapaki karier di ABRI dengan cara menciptakan Islam sebagai “musuh” Negara dan kemudian ditumpasnya. Penghargaan dan pujian Soeharto didapatkannya karena prestasinya itu.
Ketika Prabowo tahu rencana besar dan rekayasa-rekayasa yang dilakukan Moerdani dalam rangka membenturkan Islam dengan Pak Harto, dia lalu membocorkannya. Prabowo melaporkan rencana keji Moerdani terhadap umat Islam Indonesia kepada Soeharto, mertuanya. Pak Harto kaget, marah dan menyesalkan.
Sebelumnya, Pak Harto sudah lama mendengar adanya rekayasa petinggi ABRI terhadap sejumlah peristiwa terkait “makar” kelompok Islam, tapi Pak Harto abaikan. Ia nilai itu hanyalah ekses rivalitas di internal ABRI. Namun kali ini informasi itu datang dari Prabowo, menantunya sendiri.
Prabowo menilai Moerdani punya agenda lebih besar dengan merekayasa benturan antara umat Islam dengan Soeharto karena Moerdani ingin menjadi Presiden. Cita-cita Moerdani menjadi Presiden setelah Pak Harto lengser sangat besar, namun hanya bisa terwujud jika Islam dan Pak Harto bermusuhan.
Karena jika hubungan umat Islam dan Pak Harto baik dan normal, maka akan sulit bagi Moerdani yang beragama Katolik menjadi wapres pada tahun 1988. Pak Harto pasti lebih memperhatikan aspirasi umat Islam saat penetapan wapresnya pada 1988. Oleh sebab itu hubungan Soeharto dengan Islam harus dirusak. Selanjutnya, Moerdani berharap, setelah menjabat wapres pada 1988, kemungkinan besar Pak Harto akan mundur pada 1993. Saat itulah otomatis Moerdani akan menjadi RI-1.
Rencana keji Moerdani terhadap umat Islam Indonesia ini dinilai Prabowo sangat membahayakan posisi Pak Harto. Karena Islam adalah agama mayoritas di Republik Indonesia. Akan lebih kecil risikonya bagi Soeharto bila membina hubungan baik dengan umat Islam yang mayoritas daripada menjadikan Islam sebagai musuh negara.
Setelah mendapat laporan dari Prabowo mengenai rencana keji ABRI yang diotaki Menhankam/Pangab LB Moerdani, Soeharto tidak langsung bertindak. Dia mengamati secara diam-diam.
Pak Harto diam-diam mencegah rencana keji LB Moerdani dengan menempatkan dan mempromosikan sejumlah perwira tinggi ABRI yang kuat keislamannya. Selain mempromosikan perwira-perwira ABRI yang Islam, Pak Harto juga mempromosikan perwira-perwira dari kesatuan lain yang tidak berhubungan dengan jaringan Moerdani. Akibatnya Menhankam/Pangab Moerdani tidak lagi bisa bergerak bebas karena dikelilingi oleh jenderal-jenderal Islam (TNI Hijau). Dia akhirnya terjepit, tak bisa berkutik.
Puncak kekesalan Moerdani terjadi ketika Pak Harto mencopot LB Moerdani dari jabatan Panglima ABRI pada tahun 1988 dan menunjuk Jenderal Try Soetrisno menjadi penggantinya. Try Soetrisno tidak berasal dari Akmil tapi dari Atekad (Akademi Teknik Angkatan Darat). Bukan pula perwira intelijen, sehingga tidak ada sentuhan dari Moerdani sama sekali.
Moerdani yang marah dan kecewa terhadap Soeharto kemudian merencanakan balas dendam besar-besaran dengan rencana untuk menjatuhkan Soeharto. Sebelum itu, pada tahun 1984, Moerdani berhasil mengompori umat Islam agar marah kepada Soeharto dengan cara mendorong Soeharto agar menerapkan kewajiban Azas Tunggal kepada seluruh organisasi politik maupun ormas.
Seluruh ormas dan partai di Indonesia harus mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya azas. Tidak boleh ada azas Islam atau azas-azas yang lain. Semua harus berazas Pancasila. Tidak boleh ada yang lain!
Munculnya reaksi keras umat Islam terhadap penerapan Azas Tunggal Pancasila memang diharapkan sekali oleh Moerdani. Bahkan Moerdani berupaya mengkondisikan agar umat Islam mau berontak. Jaringan intelijen Moerdani disusupkan ke ormas-ormas Islam dan ditugaskan untuk mengipas-ngipasi tokoh-tokoh Islam agar memberontak terhadap Soeharto. Tujuannya agar Soeharto marah kepada umat Islam dan Islam dinilai sebagai ancaman terhadap Negara dan Soeharto, dengan demikian ABRI lalu diperintahkan untuk membantai “musuh” Negara tersebut.
Rencana Benny Moerdani itu kandas, bahkan gagal total, karena ormas-ormas Islam juga didekati orang-orang Soeharto dan diberi pengertian perihal kondisi sebenarnya. Moerdani kemudian tahu bahwa penyebab kegagalan rencana besarnya men-stigmatisasi Islam sebagai “musuh” Negara dikarenakan laporan Prabowo.
Prabowo sempat “dibuang” oleh Moerdani dengan memutasikannya menjadi Kasdim (Kepala Staf Kodim), namun beberapa waktu kemudian oleh Kasad Jenderal Rudini, Prabowo akhirnya dipulihkan. Sejak itu, dalam otak Moerdani hanya ada 2 musuh besar yang harus dihancurkan yakni Prabowo Subianto dan Soeharto.
Moerdani menyusun rencana strategis
Karena puluhan tahun menjadi “dewa” di kalangan ABRI dan di lingkungan intelijen, antek-antek Moerdani masih banyak tersebar. Dua orang yang menonjol adalah Luhut Panjaitan dan AM Hendropriyono. Meski LB Moerdani sudah tidak jadi Panglima ABRI dan Menhankam, namun dia masih bisa memerintahkan Hendropriyono untuk mem- back up PDI Megawati atau yang sekarang populer sebagai PDI Perjuangan alias PDI-P.
Saat itu Megawati adalah simbol perlawanan terhadap Presiden Soeharto, khususnya melalui PDI. Kongres PDI terpecah menghasilkan PDI kembar. Keberadaan PDI kembar, yang satu diketuai Soerjadi dan satu lagi dipimpin Megawati, bisa terjadi karena ada dukungan jenderal-jenderal yang pro-Moerdani.
Keberhasilan Prabowo meyakinkan Pak Harto dan Ibu Tien terhadap bahaya besar yang sedang direncanakan Moerdani, menyebabkan Pak Harto dapat menerima dan mempercayai Prabowo sepenuhnya, termasuk saran Prabowo agar Pak Harto membina hubungan lebih mesra lagi dengan umat Islam.
Penerapan Azas Tunggal Pancasila yang menimbulkan reaksi keras umat Islam, akhirnya tidak meletus menjadi bencana nasional karena perubahan sikap Pak Harto ini. Pak Harto mulai mendekati Islam. Akhirnya Ibu Tien pun memeluk agama Islam dan menjadi mualaf, disusul kemudian dengan Pak Harto sekeluarga menunaikan Ibadah Haji di Mekah. Pak Harto akhirnya berhasil membangun hubungan yang harmonis dengan umat Islam. Suatu hubungan baik yang belum pernah terjalin selama 24 tahun Soeharto berkuasa.
Tahun 1990 merupakan tahun kemerdekaan umat Islam Indonesia setelah “dijajah” dan “ditindas” selama 24 tahun oleh Orde Baru, Soeharto. Puncaknya, pada tanggal 7 Desember 1990, organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) didirikan di Universitas Brawijaya, Malang. Dan dari hasil Pemilu tahun 1993, menteri-menteri kabinet dan petinggi-petinggi ABRI mulai dijabat para tokoh dan perwira Muslim.
Namun Benny Moerdani dan kelompoknya masih terus mencari jalan bagaimana menghancurkan Soeharto dan Prabowo. Akhirnya ditemukan cara, yakni penculikan! Maka terjadilah penculikan dan pembunuhan sejumlah warga pada tahun 1997 menjelang Pemilu dan kemudian diikuti dengan penculikan dan pembunuhan setelah Sidang Umum MPR 1998.
Saat terjadi penculikan dan pembunuhan menjelang Pemilu 1997, sama sekali belum ada tuduhan kepada Kopassus sebagai terduga pelakunya. Namun ketika Tim Mawar melakukan penculikan aktivis pada tanggal 2-4 Februari 1998 dan 12-13 Maret 1998 terjadi kebocoran operasi.
Kebocoran informasi mengenai operasi Tim Mawar dalam rangka pengamanan Sidang Umum MPR terjadi karena ada 1 target, yakni Andi Arief, belum bisa diringkus. Andi Arief sempat kabur, dicari kemana-mana, akhirnya ditemukan di persembunyiannya di Lampung, Pulau Sumatera. Lalu dibawa ke Jakarta lewat jalur darat via Bakauheni.
Saat Tim Mawar menaiki kapal feri di Bakauheni, petugas polisi menghentikan Tim Mawar yang membawa Andi Arief dalam keadaan mata tertutup kain. Meski Tim Mawar kemudian diizinkan masuk feri setelah menunjukkan kartu pengenal Kopassus, kejadian ini tetap dilaporkan polisi ke Den Pom Lampung.
Komandan Den Pom Lampung meneruskan info ini ke Dan Puspom TNI di Jakarta. Saat itulah info bocor, lalu ditunggangilah kasus ini oleh oknum-oknum TNI binaan Moerdani. Peristiwa penangkapan Andi Arief di Lampung yang kemudian dibawa ke Jakarta pada tgl 28 Maret 1998 ini akhirnya ditunggangi dengan terjadinya kasus penculikan lain.
Penculikan lain atau susulan terjadi pada tanggal 30 Maret 1998 dengan korban Petrus Bima Anugrah, yang dilakukan oleh tim lain yang bukan Tim Mawar. Sebelumnya tim lain juga sudah menunggangi penculikan Herman Hendrawan pada tanggal 12 Maret 1998. Para korban ini hilang atau mati dibunuh.
Korban penculikan dari tim lain semuanya mati dibunuh, mayoritas non-Muslim, agar menimbulkan kesan bahwa penculikan dan pembunuhan itu dilakukan oleh Kopassus pimpinan Prabowo, jenderal pembela umat Islam Indonesia.
Fitnah terhadap Prabowo dan Kopassus melalui penculikan dan pembunuhan warga dan aktifis adalah untuk tujuan akhir melemahkan Soeharto. Kenapa? Karena untuk menghancurkan Soeharto harus dihancurkan terlebih dahulu penopang utama kekuasaan Soeharto yakni TNI. Dan kekuatan inti TNI berada di Kopassus sebagai kesatuan elit yang paling dibanggakan oleh TNI.
Moerdani cs hancurkan Soeharto dengan cara hancurkan TNI
Pemilihan target korban yang umumnya non-Muslim atau Katolik dimaksudkan untuk “menghilangkan jejak pelaku” sekaligus memancing perhatian Dunia. Seolah-olah di Indonesia sedang berkuasa rezim Soeharto yang anti Katolik dan anti Kristen. Media-media yang dimiliki umat Katolik dan Kristen pun bersuara sangat keras.
Akibatnya, Prabowo, Kopassus, TNI, dan Soeharto babak belur dihajar dan difitnah oleh Moerdani cs melalui penunggangan operasi Tim Mawar ini. Namun Pak Harto masih tetap bertahan. Sampai akhirnya terjadi peristiwa kerusuhan Mei 1998, yang diawali dengan penembakan terhadap Mahasiswa Trisakti. Peristiwa Trisakti ini, jelas ditunggangi oleh kelompok Benny Moerdani dengan memfitnah Polres Jakarta Barat, Brimob dan Kopassus sebagai pelakunya.
Sementara itu, krisis Moneter yang sedang terjadi saat itu, diperburuk dengan perampokan fasilitas dana BLBI oleh para bankir China melalui rekayasa kredit dan tagihan pihak ketiga yang macet dll. Sampai hari ini, Negara kita masih terbebani utang BLBI sebesar lebih dari Rp 600 triliun, dan baru akan lunas dibayar melalui APBN hingga tahun 2032 yang akan datang.
Krisis moneter, rekayasa opini, fitnah, dan kerusuhan Mei 1998 menjadi penyebab utama kejatuhan Soeharto pada tanggal 20 Mei 1998. Pada saat terjadinya kerusuhan Mei 1998, kembali TNI, Kopassus dan Prabowo dijadikan kambing hitam oleh kelompok Moerdani cs yang berkolaborasi dengan konspirasi global (KG).
Situasi kacau dan tak terkendali tersebut dimanfaatkan para perusuh yang patut diduga merupakan kesatuan dari loyalis Moerdani cs untuk membakar kota dan mengeruhkan situasi. Kehadiran sekelompok orang tidak dikenal yang membuat rusuh dan terkordinir inilah yang dibaca Prabowo sebagai faktor dominan yang membahayakan negara.
Paska kerusuhan, dikembangkan opini sampai ke seluruh dunia, seolah-olah telah terjadi pemerkosaan terhadap wanita-wanita China. Tuduhan itu tidak terbukti sama sekali. Secara teori pun mustahil ada orang yang sempat dan masih berhasrat melakukan pemerkosaan di tengah-tengah kerusuhan. Bahkan katanya dalam melampiaskan nafsu bejat itu mereka sambil meneriakkan takbir. Sungguh fitnah keji yang tak masuk akal!
Tuduhan itu memang ditargetkan untuk mengebiri TNI, menjatuhkan Soeharto dan menghancurkan Prabowo. Fitnah itu sukses besar. Soeharto pun termakan fitnah tersebut. Laporan beberapa jenderal yang langsung kepada Pak Harto menghasilkan pengusiran Prabowo oleh keluarga Cendana karena dianggap sebagai pengkhianat. Prabowo tidak diberi kesempatan menjelaskan fakta sebenarnya kepada Soeharto. Operasi intelijen, penyesatan fakta dan informasi Moerdani cs, terbukti sukses. Operasi itu sangat rapi, cermat dan dibantu oleh media-media kolaborator Moerdani seperti harian Kompas Grup dll. Prabowo dicap pengkhianat Soeharto.
Peran KG (konspirasi global) sangat dominan. Sejak Pak Harto dan Ibu Tien menjadi mualaf dan mesra dengan umat Islam, Soeharto tidak lagi jadi “hadiah terbesar” bagi Amerika Serikat. Kebangkitan Islam Indonesia di era 1990-an dinilai menjadi ancaman serius oleh AS, Barat seumumnya, Australia dan juga Singapura.
Sejalan dengan teori pasca perang dingin, tulisan Samuel P. Huntington dalam “The Clash of Civilization” (benturan peradaban) terus-menerus dikembangkan oleh negara-negara Barat terutama AS. Melalui opini di segala lini, Islam dikembangkan sebagai musuh baru bagi dunia Barat pasca kejatuhan Komunis Uni Soviet dan Eropa Timur. Islam di negeri ini juga dinilai sebagai bagian dari ancaman internasional itu.
Upaya penjatuhan Soeharto yang sedang mendorong kebangkitan kembali Islam di Indonesia setelah 24 tahun “dijajah” bangsa sendiri, telah dijadikan agenda utama oleh KG. Penjatuhan Soeharto itu sekaligus digunakan pula untuk sarana melakukan imperialisme baru atas Indonesia melalui LOI antara IMF dan RI yang telah terbukti menghancurkan kedaulatan NKRI.
Plus dengan menerapkan demokrasi liberal yang sejatinya tidak sesuai dengan demokrasi Pancasila, menyebabkan para kapitalis dengan amat mudah menjadi penguasa-penguasa baru Indonesia. Dan senjatanya hanya satu, yakni money (uang). Inilah cikal-bakal meruyaknya money politics di negeri ini.
Era 1998-2004, Indonesia mengalami gonjang-ganjing tanpa henti. Gangguan keamanan dan kerusuhan terjadi dimana-mana. Ekonomi morat-marit dan pers menjadi sangat liberal tak terkendali. Dan akhirnya, Pers menjadi penguasa baru yang dominan. Pers, baik media cetak maupun elektronik, membentuk opini, mengarahkan persepsi rakyat sesuka hati dan sesuai agenda kapitalis liberal. Selera hedonis menurut masing-masing individu menjadi sangat marak. Bahkan negeri ini menjadi negeri yang paling liberal di atas panggung dunia.
Dalam suatu kesempatan, kami (TrioMacan) pernah ditegur keras oleh Mayjen Haryadi Darmawan, mantan Ketua ILUNI (Ikatan Alumni UI). “ Saya jamin dengan jiwa raga saya tentang patriotisme Prabowo !!! Orang seperti Prabowo tidak akan mungkin melakukan tindakan sekecil apapun yang dapat membahayakan negara! ” Itu pesan Haryadi pada kami.
Jadi kesimpulan kami, tokoh seperti Prabowo-lah yang dibutuhkan bangsa ini. Tokoh yang sepanjang hidupnya hanya memikirkan nasib bangsa dan negaranya. Untuk itu ia telah mengorbankan pangkat dan jabatannya, harga dirinya, dan bahkan telah mengorbankan rumah tangganya.
Tokoh seperti Prabowo-lah yang dibutuhkan rakyat Indonesia saat ini. Tokoh yang akan jadikan Indonesia kembali menjadi “Macan Asia”. Bukan sekedar kuli dan jongos dari bangsa asing!

MERDEKA
[ Like & Share ]

Sejarah Singkat PKI

Sejarah Singkat PKI…. Berikut ini kiriman WA dari pak Ginanjar Kartasasmita ttg PKI:
Assalamu alaikum wr wb.. Bpk/Ibu/Adik2 yg lahir setelah th.1965.
Sejarah masa lalu mdh2an tdk terulang lagi. Agak panjang ceritanya, ttp menarik utk disimak :
“JASMERAH”
(JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN/
MENINGGALKAN SEJARAH)
Data kronologis melengkapi tulisan ttg PKI
PKI: TAHUN 1945 s/d 1965
Bismillaah Wal Hamdulillaah…
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah…
A. KRONOLOGIS
1. Tanggal 8 Oktober 1945: Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).
2. Medio Oktober 1945: AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil meneror, menangkap, dan membunuh sejumlah Pejabat Pemerintah di Tegal.
3. Tanggal 17 Oktober 1945: Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yg terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
4. Tanggal 18 Oktober 1945: Badan Direktorium Dewan Pusat yg dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yg diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.
5. Tanggal 21 Oktober 1945: PKI dibangun kembali secara terbuka.
6. Tanggal 4 November 1945: API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yg meliputi Brebes, Tegal, dan Pemalang.
7. Tanggal 9 Desember 1945: PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak R. Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak.
8. Tanggal 12 Desember 1945: Ubel-Ubel Mauk yg dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Otto Iskandar Dinata.
9. Tanggal 12 Februari 1946: PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
10. Tanggal 14 Februari 1946: TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.
11. Tanggal 3 – 9 Maret 1946: PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura, membunuh Sultan bersama keluarganya, dan menjarah harta kekayaannya.
12. Tahun 1947: Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.
13. Tanggal 17 Januari 1948: PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.
14. Tanggal 23 Januari 1948: Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.
15. Bulan Januari 1948: PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yg dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.
16. Tanggal 29 Mei 1948: M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk dibersihkan dari unsur-unsur PKI.
17. Bulan Mei 1948: Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.
18. Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948: PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong Pemerintah RI.
19. Tanggal 11 Agustus 1948: Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN Aidit, MH Lukman, dan Nyoto.
20. Tanggal 13 Agustus 1948: Muso yg bertemu Presiden Soekarno diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi. Namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.
21. Tanggal 19 Agustus 1948: PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.
22. Tanggal 26 – 27 Agustus 1948: Konferensi PKI
23. Tanggal 31 Agustus 1948: FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.
24. Tanggal 5 September 1948: Muso dan PKI-nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.
25. Tanggal 10 September 1948: Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.
26. Medio September 1948: Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.
27. Tanggal 13 September 1948: Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.
28. Tanggal 17 September 1948: PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.
29. Tanggal 18 September 1948: Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifuddin Harahap sebagai Perdana Menteri.
30. Tanggal 19 September 1948: Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, pecah perang di Madiun: Divisi I Siliwangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat
31. Tanggal 19 September 1948: PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang, dan Cepu, serta kota-kota lainnya.
32. Tanggal 20 September 1948: PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.
33. Tanggal 21 September 1948: PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr.Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya, yaitu Dr.Susanto, Abu Umar, dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.
34. Tanggal 18 – 21 September 1948: PKI menciptakan 2 (dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai:
a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.
b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.
c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.
d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.
g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan
i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
35. Tanggal 30 September 1948: Panglima Besar Jenderal Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yg lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yg terdiri dari TNI, Polisi, Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama, serta Santri.
36. Tanggal 4 Oktober 1948: PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri – Jawa Tengah.
37. Tanggal 30 Oktober 1948: Para pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, adalah Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.
38. Tanggal 31 Oktober 1948: Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
39. Akhir November 1948: Seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yg semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain: Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
40. Tanggal 19 Desember 1948: Agresi Militer Belanda II ke Yogyakarta.
41. Tahun 1949: PKI tetap tidak dilarang; sehingga tahun 1949 dilakukan rekonstruksi PKI, dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.
42. Awal Januari 1950: Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yg semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
43. Tahun 1950: PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
44. Tanggal 6 Agustus 1951: Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.
45. Tahun 1951: Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno; sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
46. Tahun 1955: PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
47. Tanggal 8 – 11 September 1957: Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.
48. Tahun 1958: Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat; karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI
49. Tanggal 15 Februari 1958: Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
50. Tanggal 11 Juli 1958: DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
51. Bulan Agustus 1959: TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
52. Tahun 1960: Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
53. Tanggal 17 Agustus 1960: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
54. Pertengahan Tahun 1960: Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.
55. Bulan Maret 1962: PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno. DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
56. Bulan April 1962: Kongres PKI.
57. Tahun 1963: PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
58. Tanggal 10 Juli 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
59. Tahun 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain: KH. Buya Hamka, KH. Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
60. Bulan Desember 1964: Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
61. Tanggal 6 Januari 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI
62. Tanggal 13 Januari 1965: Dua
sayap PKI, yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
63. Awal Tahun 1965: PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain: SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat), dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
64. Tanggal 14 Mei 1965: Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI, dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
65. Bulan Juli 1965: PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.
66. Tanggal 21 September 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
67. Tanggal 30 September 1965 pagi: Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
68. Tanggal 30 September 1965 malam: Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh):
a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.
b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.
c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.
d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.
e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yg membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu: Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.
f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain:
– Angkatan Darat: Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo, dan Kolonel A. Latief
– Angkatan Laut: Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi, dan Komodor Laut Soenardi
– Angakatan Udara: Men / Pangau Laksdya Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo, dan Mayor Udara Sujono
– Kepolisian: Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.
69. Tanggal 1 Oktober 1965: PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil alih kekuasaan.
70. Tanggal 2 Oktober 1965: Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal, dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
71. Tanggal 6 Oktober 1965: Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
72. Tanggal 13 Oktober 1965: Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
73. Tanggal 18 Oktober 1965: PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yg dibantai, dan ada beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Peristiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
74. Tanggal 19 Oktober 1965: Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
75. Tanggal 11 November 1965: PNI dan PKI bentrok di Bali.
76. Tanggal 22 November 1965: DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
77. Bulan Desember 1965: Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
78. Tanggal 11 Maret 1966: Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
79. Tanggal 12 Maret 1966: Soeharto melarang secara resmi PKI.
80. Bulan April 1966: Soeharto melarang Serikat Buruh pro PKI yaitu SOBSI.
81. Tanggal 13 Februari 1966: Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan, ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
82. Tanggal 5 Juli 1966: Terbit TAP MPRS No.XXV th.1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme, dan Leninisme.
83. Bulan Desember 1966: Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
84. Tahun 1967: Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan , dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
85. Bulan Maret 1968: Kaum Tani PKI di selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.
86. Pertengahan 1968: TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
87. Dari tahun 1968 s/d 1998: Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV th.1966.
88. Dari tahun 1998 s/d 2015: Pasca Reformasi 1998 pimpinan dan anggota PKI yg dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka merajalela melakukan aneka gerakan pemutarbalikan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN.
Semoga kita semua Waspada terhadap kebangkitan PKI. Aamiin yaa robbal ‘alamien.

Inilah Kode-kode Penting dan Rahasia Meteran Listrik Prabayar (Token) PLN

Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok. Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang kita lakukan dengan menggunakan listrik ini. Semua semakin dimudahkan dengan adanya listrik.

Bisa dibilang sistem kelistrikan di Indonesia telah mengalami banyak kemajuan yang cukup signifikan. Selain sistem administrasi yang terpusat dan online saat ini kita sudah menggunakan meteran listrik dengan sistem prabayar/token.Keuntungan dari meteran listrik prabayar/token ini adalah, pengguna bisa mengontrol penggunaan listrik sendiri dan tidak bergantung kepada petugas yang mengecek ke lapangan sehingga bisa menghindari penipuan ataupun tagihan listrik yang membengkak tanpa alasan jelas.

Sementara dari sisi PLN sebagai penyedia listrik juga diuntungkan dengan tidak ada lagi resiko pengguna listrik yang melakukan tunggakan pembayaran.

Namun tahukah Anda, bahwa mesin penghitung listrik mungil yang ada dirumah kita itu sebenarnya memiliki banyak kode penting dan rahasia? Semua itu bisa Anda manfaatkan untuk kepentingan pengelolaan pemakaian listrik Anda sendiri lho.

Baca Juga: Akibat Kesalahan Petugas Pencatatan Meter, Orang ini Tetap Diwajibkan Bayar Tagihan Listrik Sebesar Rp 3.2 Juta

Berikut Kode-kode Penting dan Rahasia Meteran Listrik Prabayar (Token) PLN berdasarkan merknya masing-masing:

Meter Digital Merk ITRON
00 Enter = Restart Meter [jika ada GAGAL/Periksa] 03 Enter = Total kWH listrik yang telah lalu
07 Enter = Batas kWH
09 Enter = Daya yang digunakan
41 Enter = Voltase listrik
44 Enter = Ampere yang sedang terpakai
47 Enter = Daya yang sedang terpakai
54 Enter = Kode TOKEN terakhir
59 Enter = Jumlah kWH pengisian terakhir
69 Enter = Counter jumlah berapa kali mati
75 Enter = Cek ID Meter PLN Prabayar
79 Enter = Cek batas minimal alarm
456xx Enter = Merubah batas minimal alarm contohnya 45605 untuk 5kWH
78 Enter = Cek delay alarm dalam menit
123xx Enter = Merubah delay alarm contohnya 12310 untuk 10 menit
90 Enter = Mematikan lampu LED

Meter Digital merk CONLOG
#1# = Daya rata-rata yang digunakan
#2# = Jumlah kWH pemakaian terakhir
#6# = Jumlah kWH yang dimasukkan terakhir
#11# = Cek Token terakhir

Meter Digital merk STAR
07 Enter = Cek sisa kWH
12 Enter = Cek batas minimal alarm
37 Enter = Cek delay alarm dalam menit
65 Enter = Cek ID Meter Listrik Prabayar
76 Enter = Jumlah kWH pengisian terakhir

Meter Digital merk HEXING
800 Accept = Restart Meter [jika ada CANCEL / STL] 851 Accept = Total kWH listrik yang telah lalu
807 Accept = Voltase listrik
808 Accept = Ampere yang sedang terpakai
814 Accept = Daya yang sedang terpakai
852 Accept = Kode TOKEN terakhir

817 Accept = Jumlah kWH pengisian terakhir
809 Accept = Counter jumlah berapa kali mati
804 Accept = Cek ID Meter PLN Prabayar
812 Accept = Mematikan alarm batas kWH
801 Accept = Cek sisa kWH
815 Accept = Tanggal pengisian terakhir

Meter Digital merk GLOMET
37 Enter = Cek sisa kWH
38 Enter = Total kWH listrik yang telah lalu
41 Enter = Voltase listrik
47 Enter = Daya yang sedang terpakai
54 Enter = Kode
TOKEN terakhir
59 Enter = Jumlah kWH pengisian terakhir
75 Enter = Cek ID Meter PLN Prabayar
79 Enter = Cek batas minimal alarm

Bagi yang masih bingung cara menggunakannya, saya akan jelaskan lebih lanjut disini. Kita ambil contoh, meteran yang Anda miliki bermerk Glomet. Maka:

Untuk melakukan pengecekan sisa kWH Anda adalah dengan cara menekan angka 3 lalu angka 7 diikuti menekan tombol ENTER. Angka yang muncul di layar meteran adalah sisa dari STROOM yang terdapat pada meter Anda.

Untuk melakukan pengecekan total kWH yang telah terpakai selama ini adalah dengan cara menekan angka 3 lalu angka 8 diikuti menekan tombol ENTER. Angka yang muncul di layar meteran adalah total kWH yang telah Anda habiskan selama ini.

Mudah bukan? Barangkali ada yang bertanya bagaimana merubah batas minimal KWh agar alarm tak berbunyi sewaktu listrik dirasa masih cukup. Namun merknya berbeda dari yang diatas.

13 Peperangan Terlama dalam Sejarah Manusia dengan Durasi Ratusan Tahun

13 Peperangan Terlama dalam Sejarah Manusia dengan Durasi Ratusan Tahun

Tidak hanya di zaman modern seperti sekarang ini saja, pertikaian yang melibatkan banyak orang dan mengakibatkan hilangnya nyawa atau lebih dikenal dengan perang sudah ada sejak zaman pra-sejarah. Hanya saja, jika dibandingkan dengan zaman dahulu, peperangan di zaman sekarang adalah lebih menitikberatkan pada teknologi persenjataan dan superioritas.

Membicarakan tentang perang di masa lalu yang pasti bakal teringat adalah soal durasi. Ya, dulu ada begitu banyak perang yang waktunya tak karuan. Tidak hanya setahun dua tahun, tapi puluhan dekade. Alhasil, kerusakan yang terjadi juga tak karuan. Tak hanya fisik tapi juga mental.

Masih soal peperangan di masa dulu, berikut ini beberapa perang paling panjang yang pernah terjadi. Siap-siap bakal dibikin geleng-geleng.

1. Perang Seleukia-Parthia (109 tahun)

Tidak ada banyak catatan sejarah atau informasi mengenai perang Perang Seleukia-Parthia ini. Namun menurut beberapa sumber, perang yang memakan waktu selama 109 tahun ini terjadi beberapa kali dengan serangkaian konflik antara Kekaisaran Seleukia yang memiliki wilayah kekuasaan dari Anatolia tengah, Levant, Mesopotamia, Persia, Turkmenistan, Pamir sampai dengan beberapa bagian dari Pakistan, melawan bangsa dari Parthia yang berada di sebelah timur laut Iran.

Perang Seleukia-Parthia [Image Source]

Wilayah Kekaisaran Seleukia yang terlalu besar dan penguasanya tidak dapat mempertahankan setiap daerah yang dimilikinya, maka beberapa daerah memisahkan diri dan membentuk koloni baru, salah satunya adalah yang dilakukan oleh Arsases atau ketua suku Parthia yang mana kemudian membentuk Dinasti Arsasid atau cikal bakal Kekaisaran Parthia terkuat.Setelah memiliki bala tentara kuat, Kekaisaran Parthia secara terus menerus berkonflik dengan Kekaisaran Seleukia dari tahun 238-129 SM. Pada akhirnya, peperangan berhenti setelah Kekaisaran Seleukia tumbang dan terdepak dari wilayah Persia.

2. Perang Seratus Tahun (116 tahun)

Dikenal juga dengan nama Hundred Years’ War, Perang Seratus Tahun ini merupakan konflik bersenjata yang membutuhkan waktu selama 116 tahun lamanya sebelum berakhir. Peperangan ini adalah pertikaian antara negara persemakmuran dari Kerajaan Inggris dan negara persemakmuran Perancis mulai tahun 1337 sampai tahun 1453.

Perang seratus tahun [Image Source]

Sebenarnya, Perang Seratus Tahun ini adalah pertikaian antara dua wangsa, yaitu Wangsa Valois melawan Wangsa Plantegenet, hanya saja, kedua wangsa ini memiliki sekutu yang kuat dengan bala tentara serta persenjataan yang hebat.Memang, Perang Seratus Tahun ini tidak terjadi terus menerus, karena hitungan 116 tahun tersebut didasarkan dari rentetan perang yang terjadi antara kedua kubu. Setelah berpuluh-puluh tahun berperang, akhirnya peperangan tersebut dimenangkan oleh Wangsa Valois atau secara umum oleh Prancis.

3. Perang Punisia (119 tahun)

Terjadi sejak tahun 264 sampai 146 Sebelum Masehi, Perang Punisia dapat dikatakan sebagai perang terbesar dalam sejarah kuno. Peperangan ini terjadi saat Kekaisaran Romawi ingin memperluas wilayahnya dan mendapatkan tentangan dari Kerajaan Kartago yang menguasai daerah Mediterania.

Perang Punisia [Image Source]

Kata Punisia sendiri diambil dari kata Punici atau dalam Bahasa Latin memiliki artian, Bangsa Fenisia (Phoenicia). Kerajaan Kartago merupakan negara-kota yang didirikan Bangsa Fenesia dan menjadi negara terkuat dengan maritim paling hebat di daerah tersebut.Tercatat ada ratusan ribu bahkan mungkin jutaan prajurit dari kedua belah pihak yang jatuh berguguran dalam peperangan yang terbagi menjadi 3 fase ini, Perang Punisia I, Perang Punisia II dan Perang Punisia III. Dari perang yang sangat lama itu, akhirnya bala tentara Romawi dapat menguasai Kartago dan menghancurkan ibukotanya sekaligus menjadi penanda berakhirnya Perang Punisia.

4. Peperangan Romawi Timur-Utsmaniyah (214 tahun)

Peperangan Romawi Timur-Utsmaniyah atau Byzantine-Ottoman War ini merupakan peperangan yang terjadi antara Kekaisaran Bizantium atau Romawi melawan Kesultanan Utsmaniyah atau yang lebih dikenal dengan Kekaisaran Ottoman dari Turki.

Perang Romawi Timur [Image Source]

Dalam perang yang terjadi dari 1265-1479 ini dapat dikatakan sebagai perang yang tidak adil karena Kekaisaran Romawi mendapatkan bantuan dari banyak kerajaan lain, seperti Republik Genoa, Kerajaan Sisilia, Kekaisaran Trebizond, Morea, Epirus, Theodoro dan Negara Papal. Sedangkan Kesultanan Utsmaniyah hanya sendirian saja.Walaupun bertempur tanpa bantuan sekutu, akhirnya Kesultanan Utsmaniyah berhasil memenangkan perang yang berlangsung selama 214 tahun tersebut dengan runtuh dan dikuasainya wilayah Bizantium atau Romawi Timur yang pada saat itu menjadi benteng Eropa Barat.

5. Peperangan Kekaisaran Romawi-Seljuk (260 tahun)

Selain berperang dengan Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Romawi juga berseteru dengan Kesultanan Seljuk Agung yang menjadi penguasa di daerah Asia Tengah dan Timur. Dalam peperangan yang berlangsung mulai dari 1048 sampai dengan 1308 ini mempertemukan para pasukan dari Kekaisaran Romawi yang dibantu oleh negara-negara yang memiliki Tentara Salib melawan pasukan dari Dinasti Seljuk yang tidak dibantu oleh sekutu mana pun.

Peperangan Seljuk [Image Source]

Selain merugi harta yang dikeluarkan untuk mendanai perang, Kekaisaran Romawi juga kehilangan ratusan ribu bala tentaranya serta beberapa teritori atau wilayahnya dikuasai oleh Seljuk. Peperangan ini berkesudahan setelah Kesultanan Rum berakhir.

6. Perang Arauco (282 tahun)

Perang yang dimulai dari tahun 1536 dan berakhir sampai dengan Perang Kemerdekaan Chile (1810-1818), adalah peperangan antara Kekaisaran Spanyol melawan penduduk asli Chile tengah dan selatan serta sebagian di Argentina bagian selatan. Dalam peperangan ini melibatkan banyak etnis, seperti Huilliche, Pehuenche dan Picunche.

Perang Arauco [Image Source]

Konflik bermula pada saat ekspedisi Dieo de Almagro dari Kekaisaran Spanyol melawan orang-orang Mapuche. Dikarenakan senjata yang digunakan bala tentara Spanyol lebih modern, banyak wilayah dari Mapuche yang dikuasai oleh pasukan kolonial.

7. Perang Sisilia (331 tahun)

Perang Sisilia adalah suatu peperangan yang sangat lama antara Kerajaan Kartago melawan Bangsa Yunani di Pulau Sisilia dan Laut Tengah sebelah barat. Peperangan ini berlangsung dari 600 – 265 SM atau selama 331 tahun lamanya.

Perang Sisilia [Image Source]

Perang ini dapat dikatakan sebagai pesaing dari Perang Punisia antara Kerajaan Kartago melawan Kekaisaran Romawi. Perang Sisilia ini terjadi sampai 3 ‘episode’ yang mana akhirnya peperangan ini berakhir dengan gencatan senjata.Karena lamanya peperangan, maka banyak orang Kartago yang menempati daerah-daerah Yunani dan pada saat perang berakhir, Pemerintah Yunani Kuno memberikan toleransi kepada orang Kartago yang mendiami daerah mereka. Kesepakatan lainnya adalah, Kerajaan Kartago mendapatkan 1/3 wilayah Sisilia.

8. Perang 335 Tahun (335 tahun)

Dalam Bahasa Inggris, perang satu ini dikenal dengan nama Three Hundred and Thirty Five Years’ War yang terjadi mulai tanggal 30 Maret 1651 sampai 17 April 1986 antara Kepulauan Scilly melawan Belanda.

Perang 335 Tahun [Image Source]

Perang bermula saat Perang Sipil Inggris meletus yang mempertemukan kelompok royalis melawan kelompok parliementer pada tahun 1642-1651. Karena terdesak, kelompok royalis terdesak mundur sampai ke Kepulauan Scilly yang dimiliki oleh John Granville, seorang royalis juga.Belanda yang menyatakan diri sebagai sekutu Inggris mendapatkan banyak kejadian yang tidak mengenakkan ketika berada atau melewati Kepulauan Scilly. Dikarenakan hal itu, Pemerintah Kerajaan Belanda mengumandangkan perang melawan orang-orang di Kepulauan Scilly.

Setelah berlangsung selama ratusan tahun, akhirnya perdamaian antara kedua belah pihak dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1986.

9. VOC-Belanda vs Kerajaan-kerajaan Nusantara-Indonesia (343,5 tahun)

Pada tahun 1596 lalu, bermula dari masuknya ekspedisi dagang di bawah pimpinan Cornelis de Houtman yang mendarat di Pelabuhan Banten, Kerajaan Belanda ingin mengeruk kekayaan di Tanah Air. Dikarenakan hal itu, Kerajaan Belanda mempersilakan VOC untuk menjadi wakilnya di Tanah Air dan diberikan hak untuk melakukan monopoli perdagangan sampai menciptakan angkatan perang sendiri sejak tahun 1602.

VOC Belanda dan Kerajaan Nusantara [Image Source]

Hal tersebut membuat banyak kerajaan-kerajaan di Nusantara tidak suka dan mulai melakukan perlawanan. Selama ratusan tahun sebelum nama Indonesia resmi menjadi suatu nama negara, peperangan demi peperangan antara pihak kolonial VOC yang kemudian diambil alih oleh Pemerintah Hindia-Belanda terjadi.Walaupun tidak diketahui pasti kapan pergolakan kerajaan-kerajaan di Nusantara sampai dengan saat sudah menjadi satu kesatuan Republik Indonesia melawan VOC sampai dengan Pemerintah Hindia-Belanda, namun mengambil dari berdirinya VOC di Tanah Air (1602) sampai dengan penyerahan kedaulatan secara penuh kepada Pemerintah Indonesia sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar pada tanggal 27 Desember 1949 dan dikurangi 3,5 tahun penjajahan Jepang, maka dapat dikatakan bahwa peperangan antara VOC-Belanda vs Kerajaan-kerajaan Nusantara-Indonesia menghabiskan waktu selama 343,5 tahun.

10. Perang Salib (391 tahun)

Perang Salib adalah suatu kampanye militer yang melibatkan sisi politik dan agama di dalamnya. Perang yang berlangsung dari tahun 1096 sampai dengan 1487 ini bermula dari permintaan Kaisar Bizantium Alexius I Komnenus kepada Paus Urbanus II untuk membantunya melawan Bangsa Turk dan kemudian pecah Perang Salib I.

Perang Salib [Image Source]

Secara umum ada banyak peperangan yang dinamakan Perang Salib, mulai dari yang pertama, kedua, ketiga sampai dengan beberapa Perang Salib Kecil. Selama beratus-ratus tahun berperang, sampai sekarang antara pihak Muslim dan Katolik serta para sekutunya saling mengklaim sebagai pemenangnya.Ada yang menyebutkan Perang Salib berakhir setelah pasukan Muslim berhasil diusir dari Spanyol, namun ada yang mengatakan bahwa perang ini usai setelah Konstatinopel berhasil ditaklukkan oleh Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Turki.

11. Perang Persia-Romawi (537)

Disebut juga dengan nama Persian-Roman Wars, perang antara Kekaisaran Romawi melawan 2 bagian dari Kekaisaran Iranik, yaitu Parthia dan Sassaniyah. Peperangan ini memang tidak berlangsung setiap hari karena merupakan serangkaian konflik antara kedua kubu dalam jangka panjang.

Perang Persia-Romawi [Image Source]

Perang Persia-Romawi pertama kali terjadi pada tahun 92 ketika Kekaisaran Romawi mencoba menguasai Parthia dan merembet ke wilayah Sassaniyah. Dalam peperangan yang sangat lama ini akhirnya dimenangkan oleh orang Romawi di bawah kepemimpinan Heraclius yang berhasil memukul mundur pasukan Persia dan sukses mengembalikan Salib Suci ke Yerusalem pada tahun 629.

12. Anglo-French War (602)

Anglo-French War adalah suatu peperangan antara Kerajaan Inggris melawan Prancis yang mana bermula dari pertempuran kedua belah pihak di tahun 1213 dan berakhir pada tahun 1214 dengan kemenangan di pihak Prancis.

Anglo French [Image Source]

Merasa menang di Anglo-French War I, Prancis mencoba menginvasi Inggris pada tahun 1215 dan pecah Anglo-French War II yang akhirnya dimenangkan oleh Kerajaan Inggris. Setelah kedua peperangan tersebut, Anglo-French War ‘series’ berlanjut dari tahun ke tahun dan akhirnya membutuhkan waktu 602 tahun dengan korban tidak terhitung jumlahnya.

13. Reconquista (770 tahun)

Reconquista atau penaklukan kembali merupakan peperangan antara pasukan Muslim melawan tentara Kristen paling lama dalam sejarah manusia. Peperangan bermula dari penyerangan daerah Hispania yang dikuasai oleh orang-orang Kristen Visigoth sampai dengan Semenanjung Iberia oleh pasukan kekhalifahan Umayyah pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid I di Damaskus dan dipimpin oleh Jenderal Tariq bin Ziyad.

Reconquista [Image Source]

Pertempuran yang terjadi selama ratusan tahun tersebut akhirnya disudahi pada tahun 1492 dengan digelarnya Perjanjian Granada pada tanggal 25 November 1491. Dalam perjanjian tersebut Bangsa Moor menyerahkan kota-kota di selatan Granada ke monarki Katolik Spanyol dan orang-orang Katolik memberikan jaminan kepada kelompok Muslim untuk kehidupan yang adil termasuk toleransi beragama.Sayangnya, kebijakan Katolik tersebut disalahgunakan dan menyuruh warga Muslim untuk memeluk agama Katolik atau diusir dari tempat tersebut. Hal itu menjadi pemicu terjadinya pemberontakan pada tahun 1500 dan pihak Katolik menjadikan pemberontakan tersebut sebagai alasan bahwa orang Muslim telah melanggar perjanjian dan menjadikan pembenaran sepihak agar dapat mencabut perjanjian yang telah dibuat sebelumnya.

Perang panjang dan sebentar sebenarnya tak ada bedanya selain dari durasi waktu. Ya, perang macam apa pun pada akhirnya hanya akan membawa luka. Tapi, beberapa hal mungkin memang harus diperjuangkan lewat perang. Apalagi yang berhubungan dengan prinsip yang posisinya sangat vital. Semoga yang seperti ini hanya ada dalam sejarah saja dan tak terjadi di masa depan.

Parpol Islam Dukung Cagub Nonmuslim, KH Athian Ali: Saatnya Umat Nyatakan Talak Tiga

KH Athian Ali

KH Athian Ali

Pilkada Gubernur DKI telah berlangsung. Meski belum ada keputusan resmi KPUD Jakarta, namun bisa dipastikan tidak ada yang lolos satu putaran. Berikutnya, akan ada putaran kedua yang hanya akan diikuti pasangan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot.

Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali M Dai berharap, agar kaum muslimin di DKI Jakarta yang pada putaran pertama yang lalu memilih calon pemimpin yang non-Muslim, agar bertaubat dan menunjukkan kesahehan taubatnya dengan memilih calon yang Muslim di putaran kedua.

Athian seperti dikutip dari laman Annasmedia.com, mengatakan, secara syariat  yang juga telah disepakati oleh jumhur ulama, haram hukumnya memilih pemimpin yang non-Muslim. Bahkan, hal itu pun sangat berpotensi menggugurkan keimanan jika tidak meyakini sekian ayat Alquran yg secara ekspkisit melarangnya.

“Di sisi lain, kita semua maklum, didukung partai-partai berazaskan Islam atau berbasis massa Islam. Yang mana klaim Ini harus dibuktikan dalam putaran kedua nantinya,” katanya.

Dikatakan Athian, Pilkada DKI putaran kedua akan menjadi pertaruhan sekaligus pembuktian bagi partai-partai berbasis Islam yang di Pilkada putaran pertama mendukung calon yang tidak lolos diputaran kedua. Apakah partai-partai tersebut betul menyuarakan dan mewakili umat Islam atau hanya sekedar jargon mendulang suara saja. Kesungguhan tersebut, menurutnya, harus disuarakan oleh para pengurus partai dan tidak bermain mata atau pragmatis melihat realita politik.

“Kalau sampai partai-partai yang berbasis massa Islam tersebut mendukung calon gebernur non-Muslim, maka itu sama dengan mereka membuka tabirnya sendiri, bahwa selama ini, hanya membohongi Ummat Islam dan hanya memanfaatkan suara ummat untuk meraih kekuasaan. Sementara kepentingan dan agenda umat Islam tidak sungguh-sungguh mereka perjuangkan,” ujarnya.

Jika itu terjadi, sambung Athian, maka sudah saatnya ummt Islam mengucapkan selamat tinggal kepada partai-partai tersebut yang nyata-nyata telah mengkhianati umat. Jika perlu, tegasnya, umat Islam menyatakan ‘talak tiga’ dan bersumpah untuk tidak akan pernah memilih partai tersebut di pemilu dan pilkada mendatang.

Sementara itu menanggapi langkah salah satu partai berbasis massa Islam yang akan melakukan istikharah dalam menentukan dukungan pada pilgub DKI putaran kedua mendatang, Athian mengatakan, upaya tersebut sangat jauh dari tuntunan syariat. Sebab, kata dia, beristikharah hanya dalam masalah yang belum jelas atau meragukan, sehingga perlu memohon petunjuk Allah SWT. “Sementara dalam memilih calon pemimpin sudah sangat jelas aturan dan hukumnya,” ucapnya.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID