Just L

Suatu siang di sebuah rumah makan di kawasan Puncak. Aku yang sedang menunggu pesanan datang, tertegun mendengar suara di sampingku.

“Duduk disini sayang..” ucap suara itu lembut kemudian terdengar pula suara kursi ditarik. Tertatih seorang wanita menghampiri meja.

“Sayang mau makan apa?” lanjutnya. Wanita itu menjawab dengan suara lirih. Akupun diam-diam mengamati mereka. Sepasang suami istri paruh baya, sang istri jika dilihat sepintas terlihat dalam kondisi tidak sehat, tatapan kosong dan ekspresi datar tergambar di wajahnya. Namun sang suami dengan sabar dan penuh kelembutan terus mengajak berkomunikasi istrinya, walaupun  sedikit respon yang didapatnya.

Pikiranku melayang, membayangkan saat waktu mereka ditarik mundur beberapa saat. Tampak seorang lelaki sedang tersenyum hangat kepada seorang wanita yang duduk diseberang meja, dimana sang wanita membalas senyum itu dengan tersipu.

Terkesiap aku, nyatanya senyum hangat itu tetap berada disana, membingkai wajah lelaki yang telah tergerus usia. Alangkah indahnya kala melihat pasangan yang menua bersama. Setia mengawal…

View original post 16 more words