TAZKIYATUN NUFUS – Mengikuti Sunnah

TAZKIYATUN NUFUS 💦
(Penyucian Jiwa)
🌹Halaqoh 6🌹
🔵 Mengikuti Sunnah
――――――――――――――――――――

Saudara saudariku yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, dihalaqoh yang ke-6 ini kita akan menjelaskan ‘Syarat yang ke-2 diterimanya amalan yaitu amalan yang sesuai dengan SUNNAH NABI shallallāhu ‘alayhi wa sallam.’

KARENA :
⇛ Berdasarkan hadits ‘Āisyah -semoga Allãh meridhoi padanya- dia berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara kami ini yang tidak ada darinya maka dia itu tertolak.”

⇛ Dalam riwayat yang lain menurut Muslim: “Bahwasanya barangsiapa yang beramal dengan amalan yang tidak ada amalan itu dari perintah Allãh dan Rosul-Nya maka dia itu tertolak.”

Hadits ini merupakan pokok yang agung diantara pokok-pokok agama Islam. Sebagaimana hadits: ” amalan itu tergantung NIAT” merupakan barometer bagi amalan yang ada dalam bathin maka hadits ini merupakan barometer bagi amalan yang nampak.

Sebagaimana setiap perbuatan yang tidak diinginkan dengannya WAJAH ALLÃH maka pelakunya tidak mendapatkan pahala. Demikian pula setiap perbuatan yang tidak ada diatas perintah Allãh dan Rosul-Nya maka tertolak bagi pelakunya.

Sabda Nabi ‘Laysa ‘alaihi amruna’ mengisyaratkan bahwasanya seluruh amalan selayaknya dibawah hukum Syariat. Maka hukum syariat itu sebagai penentu akan perintah dan larangan-Nya.

⇥ Maka barangsiapa yang amalan atau perbuatan itu sesuai dengan hukum syariat maka dia itu akan DITERIMA .
⇥ Barangsiapa yang keluar dari syariat maka dia itu TERTOLAK.

Ikhwah fillãh…

Allãh telah mewajibkan kepada kita untuk menta’ati Rasūlullāh.
َ
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ َ

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.”
[Surat Al-Hashr 7]

Tidaklah bagi seorang mukmin laki-laki dan mukmin wanita/mukminah apabila Allãh dan Rosul-Nya telah memutuskan dalam suatu perkara tidak ada pilihan baginya.

Ikhwah fillãh..

Allãh telah menjadikan mengikuti Sunnah Rasūlullāh itu pertanda kecintaan kepada Allãh.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ ۗ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. [Surat Al-Imran 31]

Al-Hasan Al-Basri berkata: “Ada manusia yang menyatakan mencintai Allãh, Allãh menguji mereka dengan ayat ini, “Katakanlah olehmu Muhammad jikalau kalian mencintai Allãh maka ikutilah aku, pasti Allãh akan mencintai kalian.”

Sebagaimana Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam berpesan untuk berpegang teguh kepada Sunnahnya dan Sunnah para Khulafa yang mendapatkan petunjuk.

Rasūlullāh bersabda: “Barangsiapa yang hidup diantara kalian pasti akan melihat perpecahan yang banyak hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah para khulafa yang mendapatkan petunjuk dari setelahku. Hendaklah genggam erat dengan geraham. Dan waspadalah kalian dengan perkara yang baru dan setiap bid’ah itu sesat.”

Berkata Zuhri: “Perpegang teguh dengan SUNNAH itu KESELAMATAN. Karena sunnah itu sebagaimana Imam Malik berkata: “bagaikan Bahtera Nuh. Barangsiapa yang menungganginya pasti akan selamat, barangsiapa yang meninggalkannya pasti akan binasa.”

Berkata Sufyan: “Perkataan tidak akan diterima kecuali dengan PERBUATAN . Perkataan, perbuatan tidak akan lurus kecuali dengan NIAT. Perkataan, perbuatan dan niat tidak akan lurus kecuali dengan mengikuti SUNNAH NABI SHALLALLĀHU ‘ALAYHI WA SALLAM.”

Demikian semoga bermanfaat…
Wassalāmu’alaykum warahmatullāhi wabarakātuh.

📻 By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp “Kajian Audio Muslim & Muslimah”
Disarikan dari Tazkiyatunnufus dr Ahmad Farid

🍃 بارك الله فيكم و يسر الله أموركم في الدنيا والاخرة 🍃

🌹 Salam Admin
1⃣ Ikhwan: 08562210744
2⃣ Akhwat: 089672768004

📡 Kunjungi : http://www.sabilunnajah.com dan http://www.pesantren-annajiyah.com

♻ Group WA Pesantren Sabilunnajah