TAZKIYATUN NUFUS – Muqaddimah

TAZKIYATUN NUFUS 💦
(Penyucian Jiwa)

🔵 Muqaddimah

Saudara saudariku yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, dihalaqoh yang pertama ini kita akan mulai mengkaji tema baru yang berkenaan dengan ‘TAZKIYATUN NUFUS’ yang dikarang oleh Fadhilatus Syaikh Dr. Ahmad Farid hafidzhahullāhu.

Tema yang berkenaan dengan Tazkiyatun Nufus yaitu membersihkan jiwa, membenahi jiwa, sehingga kita dengan memiliki jiwa yang bersih mudah untuk menerima perintah-perintah Allāh dan Rosul-Nya dan kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Sebagaimana Allāh Tabãroka wa Ta’ala berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا * وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
[Surat Ash-Shams 9 – 10]

Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam meminta kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk diberikan jiwa yang taqwa, jiwa yang bersih krn Allāh adalah sebaik-baiknya zat yang membersihkan jiwa.

Tema ini, penulis buku Tazkiyatun Nufus Dr. Ahmad Farid memulai dengan mengenalkan kepada kita semuanya:
■ 2 Syarat diterimanya amalan yaitu:
❶ Ikhlas
❷ Mutaba’ah
■ Keutamaan ilmu dan ulama
■ Penjelasan tentang hati
■ Macam-macam hati
■ Tanda-tanda sakitnya hati
■ Sebab-sebab sehatnya hati
■ Sebab-sebab sakitnya hati

Karena manusia itu tidak butuh untuk mendapatkan pesan untuk badan-badan mereka untuk menjaga kehidupannya dan menolak dari kebinasaan. Semua mereka itu makan apa yang memberikan faidah dan meninggalkan apa yang membuat madhorot kepada badannya.

Akan tetapi mereka kebanyakannya memakan racun yang memadhorotkan yang membinasakan kepada hati mereka dan sangat minim sekali untuk memakan makanan yang bermanfaat bagi hati mereka sehingga jadilah badan itu merupakanan kuburan. Jadi jasad itu bagaikan kuburan kecuali orang yang dirahmati oleh Rabbnya dan sedikit sekali orang yang mendapatkan rahmat dari Allāh Tabāroka wa Ta’ala.

Kemudian penulis melanjutkan bab tentang Muhasabatun Nafs (Introspeksi diri), bab tentang zuhud dan bahaya cinta dunia, kemudian In syã Allãh akan dijelaskan juga oleh penulis beberapa ibadah diantara ibadah-ibadah yang dicintai oleh Allāh Jalla wa ‘Ala yang tidak akan beres hati kecuali dengannya seperti sabar, bersyukur, berharap, takut, cinta, tawakal, ridho.

Kemudian penulis menutup tulisannya dengan suatu perkara yang bisa melembutkan jiwa yaitu TAUBAT.yang merupakan pekerjaan sepanjang masa. Sebab yang menyampaikan untuk mendapatkan kecintaan Allāh.

Sebagaimana Allāh Tabāroka wa Ta’ala berfirman:

ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allāh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”(QS, Al-Baqarah 222).

Kita mohon kepada Allāh semoga Allāh memudahkan kepada kita untuk Taubatun Nashuh dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla menerima dari kita kebaikan amalan yang kita lakukan dan menutupi apa yang ada di dalam diri kita dari kekhilafan dan kekurangan dan menjadikan sebaik-baiknya amalan kita itu penutupannya dan sebaik-baiknya hari kita adalah hari tatkala kita bertemu dengan Allāh Jalla wa ‘Ala.

Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, sahabatnya…

Demikian muqoddimah yang bisa disampaikan dihalaqoh pertama ini.

Wassalāmu’alaykum warahmatullāhi wabarakātuh.

📻 By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp “Kajian Audio Muslim & Muslimah”

🍃 بارك الله فيكم و يسر الله أموركم في الدنيا والاخرة 🍃

🌹 Salam Admin
1⃣ Ikhwan: 08562210744
2⃣ Akhwat: 089672768004

📡 Kunjungi : http://www.sabilunnajah.com dan http://www.pesantren-annajiyah.com