KEUTAMAAN BUMI SYAM (Bag. 5)

KEUTAMAAN BUMI SYAM (Bag. 5)

Delapan: PUJIAN NABI MUHAMMAD Shalallahu ‘alaihi wa sallam pada NEGERI SYAM yang dikatakan sebagai TEMPAT TINGGAL YANG BAIK

Dijelaskan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dan Ahmad dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إن فسطاط المسلمين يوم الملحمة بالغوطة إلى جانب مدينة يقال لها دمشق من خير مدائن الشام » [أخرجه أبو داو

“Sesungguhnya NEGERI BERKUMPULNYA KAUM MUSLIMIN TATKALA BANYAK FITNAH TERJADI ada pada tanah rendah disisi Madinah yang disebut negeri DAMASKUS, disanalah KOTA TERBAIK DARI kota-kota di SYAM”.  HR Ahmad 39/412 no: 23985. Abu Dawud no: 4298.

Dalam redaksi lain, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يوم الملحمة الكبرى فسطاط المسلمين بأرض يقال لها الغوطة فيها مدينة يقال لها دمشق خير منازل المسلمين يومئذ » [أخرجه الحاكم

“TATKALA TERJADI FITNAH BESAR maka TEMPAT BERKUMPULNYA KAUM MUSLIMIN ada pada sebuah negeri yang dikatakan AL-GHUTAH (sebuah kota di SIRIA), disana ada kota yang bernama DAMASKUS, yang menjadi TEMPAT TERBAIK UNTUK TINGGAL BAGI KAUM MUSLIMIN ketika itu”. HR al-Hakim 5/684 no: 8543.

Sembilan: TEMPAT TURUNNYA NABI ‘ISA ‘alaihi sallam DI AKHIR ZAMAN kelak BERADA DI SYAM.

Seperti dijelaskan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dari Nawas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku pernah mendengar langsung dari Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ » [أخرجه مسلم]

“Manakala keadaannya demikian, maka Allah mengutus Masih bin Maryam, lalu dirinya turun di MENARA PUTIH DI SEBELAH TIMUR di sebelah timur kota DAMASKUS”. HR Muslim no: 2937.

Sepuluh: DAJJAL BINASA manakala dirinya berada DI NEGERI SYAM.

Berdasarkan hadits shahih diatas yang dibawakan oleh Imam Muslim dari sahabat Nawas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tatkala mengkisahkan datangnya kaum muslimin ke negeri Syam, beliau berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَأَمَّهُمْ فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِى الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لاَنْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِى حَرْبَتِهِ » [أخرجه مسلم

“Tatkala mereka bersiap-siap untuk berperang, lalu mereka meluruskan barisan, dan ketika sholat agak ditegakkan, tiba-tiba turun Isa bin Maryam ‘alaihi sallam lantas dirinya mengimami sholat mereka. Dan ketika musuh Allah (Dajjal) melihat Isa, dirinya meleleh seperti halnya garam meleleh terkena air. Kalau seandainya dibiarkan keadaannya demikian tentu dia akan terus meleleh sampai binasa, akan tetapi, Allah membunuh melalui perantara  tangannya kemudian dirinya memperlihatkan bekas darahnya kepada mereka yang masih tersisa ditombaknya”. HR Muslim no: 2897.

syria