KEUTAMAAN BUMI SYAM (Bag. 6)

KEUTAMAAN BUMI SYAM (Bag. 6)

Sebelas: Sebagai TEMPAT TINGGAL KAUM MUKMININ.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang dibawakan oleh Imam Ahmad dari Salamah bin Nufail radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَلَا إِنَّ عُقْرَ دَارِ الْمُؤْمِنِينَ » [أخرجه أحمد]

“Ketahuilah sesungguhnya TEMPAT TINGGAL ORANG-ORANG BERIMAN adalah SYAM“. HR Ahmad 28/165 no: 16965.

Ibnu Atsir menjelaskan, “Tempat tinggal orang beriman itu adalah Syam. Maksudnya asal dan tempatnya, seakan-akan beliau mengisyaratkan dengan hadits ini pada waktu terjadinya fitnah tatkala Syam pada saat itu menjadi negeri yang aman, dan kaum muslimin selamat serta aman untuk tinggal di sana”. [1]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengomentari terhadap manakib yang telah lewat penjelasannya diatas, yang terangkum dari al-Qur’an dan Sunah serta penjelasannya para ulama salaf, beliau menjelaskan, “Dan inilah salah satu faktor yang menjadi sandaranku untuk menganjurkan bagi kaum muslimin manakala Tatar menyerang Syam, aku perintahkan pada mereka untuk TETAP TINGGAL DI DAMASKUS serta aku larang untuk meninggalkannya dan pergi ke Mesir.

Kemudian kami meminta bantuan pada pasukan Mesir untuk menuju Syam, sedangkan bala tentara yang sudah berada di Syam tetap tinggal untuk menghimpun kekuatan bersama, dan sungguh benar kejujuran berita yang ada pada hadits-hadits Nabi tersebut tanpa meleset sedikitpun sebagaimana yang bisa kami rasakan manakala kami berjihad melawan pasukan Tatar.

Dan pada saat itu Allah Shubhanahu wa ta’alla menampakan bagi kaum muslimin apa yang telah dijanjikan atas mereka dengan Syam serta keberkahan sebagaimana Allah Shubhanahu wa ta’alla perintahkan pada kami untuk menetapi negeri Syam. Itulah kemenangan terbesar yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh kaum muslimin yang dengan kemenangan telak kaum muslimin mampu mengalahkan pasukan Tatar. Dan sungguh mereka tidak mampu menyerang serta menundukkan kaum muslimin sebagaimana dahulu ketika berada di pintu Damaskus pada peperangan besar yang mana Allah ta’ala telah begitu banyak memberi kenikmatan atas kami dengan kenikmatan yang tidak bisa kami hitung baik yang bersifat khusus maupun umum”.

Beliau mengisyaratkan pada peperangan Syaqohab yang terjadi pada tahun 702 H tepatnya pada bulan  Ramadhan yang dimenangkan oleh pasukan gabungan dari Mesir dan Syam dengan panglima pasukan Raja Nashir Qulawan dan diikuti pula oleh Khalifah serta semua penduduk Syam melawan kafir Tatar.[2]

Akhirnya kita ucapkan segala puji bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla curahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau serta para sahabatnya.

[1] . Nihayah fii Gharibil Hadits wal Atsar 3/271.

[2] . Manakib Syam wa Ahlihi oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal: 86-87

peta negeri islam - timteng