PENUTUP HIDAYAH

PENUTUP HIDAYAH

Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASHRANI MENJADI PEMIMPIN-PEMIMPIN-MU; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. –
(QS. Al-Mã’idah: 51)

RENUNGAN :

Ibnu ‘Ãsyīr dalam tafsir terhadap ayat ini berkata :

“Wahai orang yang beriman, JANGAN JADIKAN YAHUDI DAN NASHRANI SEBAGAI WALI DAN PEMEGANG WILAYAH BAGI KALIAN…

Karena….

YAHUDI PENOLONG BAGI YAHUDI LAINNYA,
dan sebagian Nashoro (NASHRANI) menjadi PENOLONG BAGI Nashoro (NASHRANI) LAINNYA…

Sedangkan…

SETIAP MEREKA memendam kebencian dan jahat pada kalian… Betapapun sesama mereka, mereka berselisih…

Tetapi untuk MEMBENCI ISLAM dan MUSLIMIN,
mereka BERSEPAKAT.”

Beliau mengartikan “WALI” itu sebagai :
“PENOLONG, TEMAN DEKAT dan KEKASIH.”

Beliau mengartikan “WILAYAH” sebagai : “Sebaris dengan musuh-musuh Islam, meminta tolong pada mereka dan berjanji setia dengan mereka; dan bukan sebaliknya, yaitu bahwa yang demikian itu seharusnya dilakukan terhadap kaum Muslimin”.

والله أعلم بالصواب

(~ Ust. Achmad Rofi’i, Lc. M. M.Pd. ~)