HANYA ADA DI SINI – Indonesia

HANYA ADA DI SINI

Ust. Komirudin Imron, Lc.

Hanya ada di sini,
Orang bebas azan dicampur nyanyian gereja,
Lalu tepuk tangan gemuruh, tanpa merasa salah,
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini
Mahasiswa perguruan tinggi Islam mengikuti missa di gereja atas nama toleransi, bangga tanpa merasa bersalah.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Kertas Al-Qur’an dibuat terompet, dijual dengan bebas, lalu ketika ditanya maaf tidak sengaja.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Negeri mayoritas umat Islam, masjidnya dibakar, lalu sang provokator bukannya dihukum, tapi dijamu di istana.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Al-Qur’an dibaca dengan senandung yang membuat telinga muak mendengarnya, dan mereka mengganggapnya seni.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Tabligh akbar dilarang di Monas, sedang pesta tahun baru bukan hanya diizinkan, tapi digelar dengan biaya Negara.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Sekelompok orang menangkap orang dikira teroris. Setelah mengalami tekanan mental ternyata salah tangkap, cukup mengatakan ‘minta maaf’.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Seseorang dituduh korupsi terhadap uang yang tak pernah diambilnya dan tak terbukti merugikan negara tapi dibui belasan tahun, sedang yang sudah benar benar terbukti merugikan negara hanya dihukum 4 tahun.
Dan kitapun diam dan melupakan itu.

Hanya ada di sini,
Negara mengemis kepada rakyat, Sehingga terpaksa menyumbang setiap pembelian se-liter bahan bakar.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Di negeri yang kaya dan makmur, tapi menjadi pengemis di rumah sendiri. Kekayaannya hanya dinikmati segelintir orang.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Hanya ada di sini,
Sejadah yang sejatinya digunakan untuk melaksanakan shalat, tapi dipakai sebagai alas tarian Bali yangmempertontonkan aurat. Penyelenggara cukup mengatakan maaf. Tidak ada unsur kesengajaan.
Dan kitapun diam dan melupakan itu

Mana Hamzah dan Khubaib yang tidak rela kalau tubuh Rasulullah yang mulia tersakiti walau hanya tertusuk duri.

Mana Muhammad bin Maslamah, Abbad bin Bisyr, Harits bin Auts dan Abu Abbas bin Habar yang menyangggupi permintaan Rasulullah saw untuk membunuh Kaab bin Asyraf, pemimpin Yahudi yang selalu menyakiti Rasulullah saw

Di mana khalifah Mu’tashim billah yang mengirim ribuan pasukan yang kuat hanya untuk menyelamatkan seorang wanita yang berteriak meminta pertolongan berada di penjara Rumawi.

Di mana shahabat yang langsung menusuk seorang Yahudi dari bani Musthaliq yang mencoba menista muslimah, lalu setelah itu seluruh Yahudi bani Musthaliq diusir dari Madinah

Mana Shalahuddin pembebas Palestin dari kekejaman kaum Salib

Mana Muhammad Al Fatih penakluk Konstatinopel,

Mana mereka?
Sepertinya kita adalah buih di lautan. Banyak tapi tak berdaya. Hidangan lezat yang disantap dengan lahap.
Wallahul Musta’an.