⁠⁠⁠ALLAH TA’ALA YANG NANTI NYA AKAN MENUJUKKAN JALAN

⁠⁠⁠ALLAH TA’ALA YANG NANTI NYA AKAN MENUJUKKAN JALAN


Rasa sedih dan suka datang silih berganti, hal itu merupakan suatu hal yang wajar terutama khusunya untuk para penuntut ilmu yang kadang kala  datang menghampiri

Dikala itu sepatutnya seorang penuntut ilmu dituntut untuk aktif untuk meng antisipasi perasaan tersebut dengan berbagai cara mungkin itu dengan meminta nasihat kepada para guru atau para pembimbing ditempat ia belajar itu karna itu merupakan salah satu obat yang manjur untuk sedikit menetralisi perasaan yang tidak diinginkan dan juga sebagai setruman yang cukup ampuh untuk kembali membangkitkan semangat dan gairah kita untuk belajar

Pernah suatu hari saya dan teman-temen merasakan ada kejanggalan dalam belajar atau merasakan keraguan dalam suatu pandangan belajar
Maka guru kami mulai memikirkan suatu alternatif untuk masalah kami itu ditambah juga beliau mengiringi dengan  penyejuk nasihat seraya berkata:

” wahai saudara ku sekalian ilmu itu adalah cahaya yang Allah titipkan di hati setiap hambanya, maka mohon lah kepada Allah hidayah dan petunjuk untuk ilmu karna seberapa banyak pun cara atau rencana yang kalian tempuh semua itu terlaksana karena karunia allah ”

Kemudian beliau meneruskan perkataan nya :

“coba kalian buka dan pahami apa yang dikatakan oleh syaikh abdurrahman as-sa’di dalam tafsirnya ketika menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“barang siapa yang berjihad dijalan kami ( demi keridhaan kami) maka kami akan memberikan petunjuk kepada mereka dengan menunjukkan jalan-jalan kami dan sungguh Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan”
[ surat al’ankabut :69]

Berkata syaikh abdurrahman as-sa’di dalam mentafsirkan ayat ini:

” mereka adalah yang berhijrah dijalan allah dan berjihad melawan para musuh nya dan megerahkan segala usaha mereka demi mengharapkan keridhaannya,

  • Dan makna dari “kami akan memberikan petunjuk kepada mereka dengan menunjukkan jalan-jalan kami yaitu jalan menuju keridhaan kami karena mereka telah berbuat kebaikan

  • Begitu juga makna dari ” dan sungguh allah bersama dengan orang- orang yang berbuat kebaikan” yaitu:

” kami akan karuniakan kepada mereka pertolongan dan hidayah oleh sebab itu golongan yang paling sesuai untuk kebenaran adalah para pejuang dijalan allah dan kepada siapa pun yang telah berbuat baik sesuai perintah Allah,maka allah akan memberikan pertolongan kepada dia dan memudahkan nya dalam meraih hidayah

begitu pula bagi mereka yang BERSUSAH PAYAH MENCARI DAN BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MENUNTUT ILMU SYAR’I mereka akan diberikan hidayah dan Allah akan memudahkan bagi mereka dalam menuai apa yang mereka harapkan dengan cara dan ketetapan Allah yang jauh dari dugaan dan sangkaan mereka serta memudahkan bagi mereka dalam meraih ilmu tersebut

karna MENUNTUT ILMU SYAR’I merupakan salah satu bentuk jihad dijalan allah bahkan menuntut ilmu sya’ri adalah salah satu bagian jihad yang tidak dilakukan melainkan oleh orang -orang pilihan Allah
Menuntut ilmu syar’i adalah jihad dengan perkataan dan lisan dalam melawan orang-orang kafir dan munafik dan juga merupakan jihad dalam mengajarkan ilmu agama kepada orang lain serta juga sebagai tameng dalam membantah orang-orang yang menyelisihi kebenaran walaupun mereka dari kalangan kaum muslimin”

[ taisir karimir rohman fi tafsiril kalamil mannan oleh syaikh abdurrahman as-sa’di halaman 585-586 ]

Pencerahan yang sangat mendalam dari lisan- lisan para ulama yang sepatutnya dituliskan dengan tinta emas
seakan-seakan sang pemilik tafsir itu membisikkan kepada guru kami:
” kabari para murid-murid kamu itu hendaknya mereka berjuang dalam menuntut ilmu dan gariskan lah rencana dan tahap dalam belajar mereka setelah itu mohonlah dihadapan Allah yang maha kuasa agar memudahkan kepada mereka dalam proses belajar mereka itu” gumam ku dalam hati

Aku berdoa kepada Allah semoga diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu dan menjaga para guru kami dari segala kejelekan dan memberikan balasan yang setimpal untuk para ulama kaum muslimin

——————————-

📝 abu abdirrahman muhammad rizki radifan albutoji albatawy

Mukalla,hadramut 26/2/1437