TAUBAT & HUKUMNYA – KAJIAN-2

KAJIAN-2 : TAUBAT & HUKUMNYA

Posted by ustadzrofii

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia sejak awal penciptaannya memang lah tidak sempurna. Bahkan dari namanya “Insan”, sudah terkandung makna “Kelemahan”. Oleh karena itu, sering kita mendengar perkataan: “Manusia adalah tempat salah dan lupa”.

Sedemikian rupa Allõh سبحانه وتعالى telah sandingkan bersamaan dengan kekurangannya itu, berupa ajaran – tuntunan dan bimbingan yang jika mereka mematuhinya, mereka akan lebih baik dari malaikat. Tetapi sebaliknya, jika mereka tenggelam, maka bahkan bisa lebih rendah dari derajat hewan.

Bertaubat kepada Allõh سبحانه وتعالى dengan maknanya yang utuh, adalah Allõh سبحانه وتعالى dan Rosũl-Nya صلى الله عليه وسلم tuntunkan sebagai ibadah dan pengabdian manusia – sebagai hamba kepada Allõh سبحانه وتعالى yang telah Mencipta dan Menganugrahinya berbagai karunia.

Bertaubat bukan saja merupakan kebutuhan bagi mereka yang berdosa, sehingga kesalahan mereka dapat lebur dan terhapus; akan tetapi taubat juga merupakan jati diri Iman seseorang.

Allõh سبحانه وتعالى cinta kepada orang yang bertaubat, karena itu Allõh سبحانه وتعالى menjadikan taubat sebagai Ibadah, bukan sekedar penghapus kesalahan atau dosa. Siapa yang bertaubat kepada Allõh سبحانه وتعالى berhak dibalas oleh Allõh سبحانه وتعالى dengan pengampunan dan cinta-Nya.

Tetapi sebaliknya, barangsiapa yang enggan bertaubat, atau bahkan berma’shiyat, maka sungguh ancaman Allõh سبحانه وتعالى sangatlah dahsyat.

Taubat artinya kembali. Kembali dari lalai menjadi ingat dan sadar. Kembali dari salah menuju benar, lalu istiqomah diatas kebenaran itu.

Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم sedemikian rupa meladzimkan taubat dan permohonan ampunnya kepada Allõh سبحانه وتعالى sangatlah luar biasa, hingga 70 – 100 kali dalam setiap harinya, padahal beliau صلى الله عليه وسلم adalah hamba Allõhسبحانه وتعالى yangma’shum, terjaga dari salah dan dosa. Jangankan hari ini, bahkan yang akan datangnya pun Allõh سبحانه وتعالى telah bebaskan beliau dari salah dan dosa.

Sayangnya tidak sedikit orang yang berdosa, bahkan dia tidak sadar bahwa dia berdosa dan butuh ampunan, bahkan lebih jauh dari itu, dia berma’shiyat, menentang dan membangkang seolah dia kuasa dan perkasa menumbangkan Yang Maha Perkasa.

Maka marilah kita selalu bertaubat dan tidak mendekat pada ma’shiyat. Selamat menyimak audio ceramah berikut ini.

Klik :
https://ustadzrofii.wordpress.com/2016/01/03/taubat-adalah-kemestian/