MAKNA 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH & TUNTUNAN BER-QURBAN

MAKNA 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH & TUNTUNAN BER-QURBAN 💥

Jika orang mencari keberuntungan, maka selain prospek yang diketahui, juga adalah penting untuk diperhatikan tentang momentumnya.

Berjualan di pinggir jalan adalah lebih menguntungkan dibandingkan dengan berjualan di kampong yang sepi. Demikian pula, berjualan di keramaian karena adanya acara besar, berbeda dengan berjualan di hari biasa yang tidak memiliki momentum tertentu.

10 hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah waktu dan momentum yang Rosuululloohصلى الله عليه وسلم beritakan kepada kita bahwa beribadah pada waktu-waktu itu sangatlah dilipatgandakan pahalanya.

Kalau rumus yang sudah disebutkan diatas diterapkan, maka sesungguhnhya yang sepi adalah perkara dunia, dan yang ramai adalah perkara Ibadah. Kenapa tidak terjadi perubahan atau mengapa amalan ibadah betapapun pada 10 hari pertama Dzul Hijjah tetap sunyi dan sepi ? Tentu ini adalah karena gejala melemahnya iman pada kaum Muslimin.

Maka marilah kita pertimbangkan baik-baik hidup ini, demi meraih keberuntungan yang nyata.

Selamat menyimak !