MENYAMBUT 10 DZUL HIJJAH

MENYAMBUT 10 DZUL HIJJAH 💥

Setiap manusia, Allooh سبحانه وتعالى telah beri dia modal untuk selamat bahkan beruntung dan mulia. Manusia yang mengerti akan bergegas memanfaatkannya, sedangkan manusia yang bodoh (jaahil) justru dia akan menganggap bahwa perkara itu adalah semata-mata sarana dan fasilitas untuk berfoya-foya bahkan bisa jadi untuk melawan Pemberinya, yang Dia adalah Allooh سبحانه وتعالى Penguasa semesta alam.

Dalam satu tahun, dengan kasih sayang Allooh سبحانه وتعالى, Allooh سبحانه وتعالى berikan kesempatan untuk beramal dan meningkatkan derajat kemuliaan setiap manusia. Itu adalah tanggal 1 sampai dengan 10 Dzul Hijjah. Maka bergegaslah, karena waktu tersebut oleh Rosuul bahkan dinyatakan lebih utama daripada Al Jihaad (berperang) fii sabiilillaah, kecuali jika orang itu keluar dari rumahnya membawa nyawa dan hartanya lalu tidak kembali melainkan hanyalah namanya. Subhaanallooh…

Simaklah audio ceramah yang satu ini.

https://ustadzrofii.wordpress.com/2011/10/06/menyambut-10-dzul-hijjah/KEUTAMAAN DZUL HIJJAH

Oleh : Ust. Achmad Rofi’i, Lc.

💻 = http://www.ustadzrofii.wordpress.com

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Hari ini, kita sudah memasuki dan memulai awal bulan Dzul Hijjah. Kami ingatkan kepada anda dan juga diri kami sendiri, dengan suatu amal ibadah yang termasuk amal shoolih, yang semestinya setiap kita kaum muslimin tidak boleh ada yang luput, lepas, dari amalan shoolih itu, karena kesempatan ini bisa tidak terulang. Bisa saja kita tidak mengalaminya lagi.

Insya Allooh kita amalkan saat ini juga, mudah-mudahan Allooh سبحانه وتعالى mencatat kita semua sebagai orang yang beruntung, termasuk orang mendapatkan cinta dan ridho serta kasih sayang Allooh سبحانه وتعالى, berkenaan dengan hari-hari di awal bulan Dzul Hijjah ini.

Keutamaan  sepuluh hari bulan Dzul Hijjah dan sebagian hukum-hukumnya.

Ada dua Hadits yang dua-duanya shohiih, yang pertama diriwayatkan oleh Imaam Al Bukhoory dari salah seorang shohabat bernama ‘Abdulloh bin ‘Abbas رضي الله عنه dan Hadits kedua diriwayatkan oleh Imaam Muslim dari Ummu Salamah رضي الله عنها.

Hadits pertama : Dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ »

“Tidaklah ada hari-hari beramal yang di dalamnya paling dicintai oleh Allooh kecuali hari-hari ini (sepuluh hari bulan Dzul Hijjah)”. Para shohabat bertanya: “Ya Rosuulullooh, bagaimana dengan jihad fisabilillah?” Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab: “Bahkan dari jihad sekalipun. Kecuali seseorang keluar (berjihad) dengan jiwa, harta dan jiwanya dan tidak kembali sedikit pun dari itu”. (Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 2440, Imaam At Turmudzy no: 757 dan Imaam Ibnu Maajah no: 1727)

Demikian besar kasih-sayang Allooh سبحانه وتعالى kepada kita, ditawarkan kepada kita sekarang, dan belum tentu tahun depan kita mendapatkannya. Bahwa hari-hari antara 1 – 10 Dzul Hijjah adalah yang paling utama untuk beramal dan beribadah.

Hadits kedua: Dari Ummu Salamah رضي الله عنها, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:

من رأى هلال ذي الحجة وأراد أن يضحي فلا يأخذن من شعره ولا من أظفاره

“Barangsiapa yang melihat Hilal awal bulan Dzul Hijjah dan ingin ber-Qurban, maka jangan mengambil rambutnya dan kulitnya”. (Hadits Riwayat Imaam At Turmudzy no: 1523, kata beliau hadits ini shohiih)

Maksudnya, barangsiapa yang ingin ber-Qurban maka antara 1 – 10 Dzul Hijjah tidak boleh memotong rambut dan kukunya barang sedikitpun.

Dalam suatu riwayat : Maka hendaknya menahan diri dari rambut (jangan memotong rambut) dan kukunya (jangan memotong kuku) sampai dengan waktu menyembelih hewan Qurban.

Seperti halnya orang yang sedang menunaikan ibadah haji, maka sejak hari pertama sampai dengan hari kesepuluh Dzul Hijjah dilarang memotong rambut dan kukunya. Biarkan rambutnya awut-awutan, tidak usah disisir, karena tidak sempat, atau sulit untuk mengurusnya, bahkan tidak sempat mandi. Kecuali sampai waktu Tahallul, minimal Tahallul Awal (10 Dzul Hijjah), barulah boleh mandi, boleh memotong rambut dan kuku, ganti pakaian, dsb. Sampai dengan Tahallul Akhir, hingga dengan isterinya kembali menjadi halal (boleh digauli