7 Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Puasa adalah tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Puasa mutlak biasanya didefinisikan sebagai berpantang dari semua makanan dan cairan untuk periode tertentu, biasanya selama satu hari (24 jam), atau beberapa hari. Puasa lain mungkin hanya membatasi sebagian, membatasi makanan tertentu atau zat. Praktik puasa dapat menghalangi aktivitas seksual dan lainnya serta makanan. Puasa, sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah, juga dilakukan di luar kewajiban ibadah untuk meningkatkan kualitas hidup spiritual seseorang yang melakukannya. Hal semacam ini sering ditemukan dalam diri pertapa atau rahib.

Dalam Islam, puasa (disebut juga Shaum) yang bersifat wajib dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan ditutup dengan Hari Raya Lebaran.Menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam kitab suci umat islam Al Quran.puasa juga menolong menanam sikap yang baik dan kesemuanya itu diharapkan berlanjut ke bulan-bulan berikutnya dan tidak hanya pada bulan puasa.

Puasa mempunyai berbagai macam manfaat bagi diri kita diantaranya adalah puasa dapat menggantikan sel-sel yang rusak di dalam tubuh dan menggantinya dengan sel-sel yang baru, melawan penuaan dini, meningkatkan hormon pertumbuhan, dan tentunya membakar lemak. Puasa tidaklah hanya sekedar menahan lapar dan haus melainkan juga menahan dari hawa nafsu. Dilansir melalui laman DW Indonesia (18/06/15) ada 7 Negara Dengan Rentang Waktu Puasa Terlama. Umat Islam di seluruh dunia merayakan hadirnya bulan Ramadan. Namun tidak semua bisa menikmati waktu puasa yang tergolong moderat seperti di Indonesia. Beberapa harus menahan haus dan lapar hingga 22 jam.

1. Islandia – 22 Jam

Umat muslim di Islandia harus menuntaskan makan sahur pada pukul 2 pagi dan baru bisa berbuka pada tengah malam pukul 00. Saat ini komunitas muslim Islandia cuma beranggotakan 770 orang. Menjadikan negara kepulauan di jantung Atlantik itu sebagai negara dengan penduduk muslim terkecil di dunia.

2. Swedia – 20 Jam

Muslim di Swedia termasuk yang paling tangguh di dunia. Ketika bulan Ramadan jatuh pada musim panas, maka mereka harus berpuasa selama lebih dari 20 jam. Saat ini kaum muslim Swedia berjumlah sekitar 500.000 orang, atau sekitar 5% dari total populasi. Masyarakat setempat tergolong toleran terhadap kaum muslim di sana. Swedia tercatat memiliki 16 masjid yang tersebar di kota-kota besar.

3. Alaska – 19,45 Jam

Terdapat sekitar 3000 kaum muslim di negara bagian Alaska, AS. Kebanyakan bermukim di Anchorage. Sejatinya muslim Alaska harus berpuasa sekitar 19 jam jika mengikuti waktu lokal. Tapi sebagian berpuasa dengan berkiblat pada waktu Arab Saudi, yang berarti berbuka pada pukul tujuh malam.

4. Jerman – 19 Jam

Muslim Jerman yang berjumlah jutaan dan sebagian besar berasal dari Turki dan Afrika utara tahun ini akan berpuasa selama 19 Jam, dari pukul setengah empat pagi hingga jam sepuluh malam. Tradisi penganan sahur dan berbuka di sini serupa dengan di Timur Tengah. Serupa dengan di negara lain, umat muslim di Jerman melaksanakan ibadah Sholat Tarawih pasca berbuka.

5. Inggris – 18,55 Jam

Komunitas Islam di Inggris mewanti-wanti anggotanya agar berhati-hati selama bulan Puasa 2015. Pasalnya waktu puasa yang lama bisa menimbulkan bahaya kesehatan, terutama untuk kaum manula. Muslim Council of Britain juga memperingatkan warga yang menderita kadar gula tinggi. Menurut Guardian, sekitar 2,7 juta umat muslim hidup di Inggris, 325.000 di antaranya punya Diabetes.

6. Kanada – 17,7 Jam

Mulai puasa jam tiga pagi, warga muslim Kanada harus bertahan selama 17,7 jam sebelum bisa berbuka. Saat ini tercatat ada sekitar satu juta kaum muslim di Kanada. Sebagian besar bermukim di kota Toronto – menjadikan kota tersebut sebagai kota dengan tingkat kepadatan penduduk muslim terbesar di Amerika Utara.

7. Turki – 17,5 Jam

Suasana bulan Ramadan di Turki serupa dengan di Indonesia – lenggang di siang hari, ramai setelah matahari terbenam. Jelang berbuka warga terbiasa berkumpul di restoran dan Masjid yang menghias diri dengan lampu warna warni dan menambah kesan meriah. Negeri di dua benua ini juga punya tradisi membangunkan warga sebelum sahur dengan berkeliling sembari menabuh bedug.