transkrip pembicaraan Aa Gym di ILC

Berikut transkrip pembicaraan Aa Gym di ILC. Sangat menyejukkan hati.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Semoga apa yang terjadi di negri kita ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi siapapun sehingga kita tidak sibuk membahas masalahnya saja tetapi siapapun bisa benar benar berubah dengan kejadian ini. Aamiin.
Kalau ikan kita mah kebagian durinya nih, semua dagingnya sudah dimakan. Yang harus doakan para peserta aksi, para aparat yang terluka segera disembuhkan oleh Allah, baik lahir maupun batin. Karena itu adalah saudara kita semua.

Banyak yang aneh, bagaimana mengumpulkan orang sebanyak ini? Tidak ada partai dan tokoh manapun yang sanggup.
Saya juga mikir kenapa saya ikut bergerak, padahal rada kurang tertarik selain demo masak.

Ternyata ini masalah hati, jadi tidak bisa dijelaskan, yang tidak merasakannya tidak akan mengerti, ongkos juga sendiri.
Ada ilustrasi sederhana, ada ulama, ustadz mengatakan : Ibu ibu, jangan makan babi, karena umat islam tidak boleh makan. Dalilnya Al Maidah ayat 3.
Terus ada pedagang babi mengatakan : Ibu ibu, jangan mau dibohongi pakai Al Maidah ayat 3.

Kita jadi heran, ini siapa? Kenapa pakai ngomong Al Maidah? Kalau suka makan babi ya silahkan, tapi ini wilayahnya beda. Kenapa ustadz dianggap bohong?
Al Maidah dianggap alat kebohongan? Ini nggak tepat, tidak baik, melampaui batas, ini ada kesalahan.

Kalau mau kampanye silahkan, itu urusan masing masing. Tapi kalau sudah mengatakan ini dibohongi, ada ulama yang berbohong, Al Quran disebut sebut, bakal berpotensi masalah besar dan sensitif.

Meski saya telat merespon. Saya tau seperti apa gejolak di lapisan bawah. Sehingga saya ikut ikutan, meski bagian nyapu aja, bukan yang serem serem. Karena ini bukan masalah sederhana.

Menariknya, dalam sekejap setelah diumumkan, kalau nggak ditolak, 10 ribu yang mau ikut, padahal kita cuma seribu. Dan untuk mengumpulkan uang gampang sekali sampai kelebihan hingga makan dan bis bisa kebayar. Ada tukang ojek yang nyumbang, ada yang bawa celengan.

Akhirnya berangkat 1.500 santri dilengkapi dengan sapu lidi, pengki dan kantong kresek, untuk bagian bersih bersih. Indahsekali pak, saya nyapu di bagian Katedral, kebetulan ada yang mau nikah, semua pada berbagi senyum dan makanan. Serasa waktu haji, tapi di Indonesia. Bangga sebagai umat islam melihat sebanyak ini, nggak ada wajah wajah yang jahat. Sesudah melihat ini kita harus bersyukur dan bangga. Yang ikut aksi jangan dianggap musuh, itu juga aset bagi negri kita.

Mereka yang terluka hati tidak membalas dengan merusak, sampai rumputpun tidak diinjak. Yang mereka minta bukan negara, bukan harta. Mereka cuma minta keadilan, itu saja. Dan jangan sampai terulang lagi karena membahayakan. Jangan terjadi intoleran, yang punya kapling tetap dikaplingnya, ini sensitif sekali.
Ada 3 hal:
1. Semangat bersaudara, saudara seakidah, saudara sebangsa. Perbedaan jangan dianggap musuh, antara pendemo dan pak polisi. Saya sedih melihat yang terluka, jangan sampai terjadi lagi.

  1. Semangat solusi bersama. Jangan ngobrolin masalah tapi apa solusinya. Ini adalah ujian bagi negeri dan tokoh kita. Sampai dimana tingkat kematangan, kenegarawanan, kedewasaan kita untuk menyelesaikan masalah bersama.

  2. Semangat sukses bersama. Nggak usah menang menangan, nggak ada yang merasa hebat di negri ini.
    Saya rada berharap pak Jokowi mengatakan: “saya mohon maaf terlambat mengambil keputusan, tidak bisa menemui tamu, ini kesalahan saya”, gitu kan enak ya.

Kita nggak ada yang juara disini, sebentar lagi kita pada mati, jabatan juga nggak begitu lama. Kalau kita berjuang hanya demi nama, ego, jabatan, nggak ada apa apanya, bentar lagi juga pensiun.

Saya sangat berharap kita harus introspeksi, jangan sampai kejadian ini hanya jadi bahan obrolan, bahan cemoohan, padahal kita sama jeleknya, omongan kita sama buruknya.
Mudah mudahan kita bisa berubah menjadi semakin matang, dewasa bisa menyelesaikan masalahdengan adil dan bijaksana.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aa Gym