dalam sepekan ini, Indonesia kedatangan 3 orang tokoh Islam dunia

Masya Allah, dalam sepekan ini, Indonesia kedatangan 3 orang tokoh Islam dunia, yaitu:

  1. Syaikh Abdurrazzaq Al Badr hafizhahullah, Ulama Besar Saudi Arabia.
  2. Malik Salman bin Abdul Aziz hafizhahullah, Raja Saudi Arabia.
  3. Dr. Zakir Naik hafizhahullah, dai Internasional.

Semoga Allah memberikan banyak kebaikan dan manfaat untuk negeri ini.

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr berkata,
“Kaum muslimin dianjurkan untuk mendoakan pemimpin dengan kebaikan dan menasehatinya dengan cara yang baik serta berusaha menjauhi sebab-sebab perpecahan dan kekacauan. Hendaknya setiap muslim bertaqwa ketika mendapati masalah dengan pemimpin.
Kita wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat aman di Indonesia dan menjauhi semua sebab kekacauan. Semoga Allah senantiasa memberikan keamanan kepada negeri kita, memberikan petunjuk dan kemudahan kepada pemimpin kita dalam mengurus negara ini, dan semoga Allah memberikan kita semua keselamatan di dunia dan akhirat.
(Tabligh Akbar di Istiqlal, tgl 26 Februari 2017 dengan tema: “Pilar-pilar Stabilitas Keamanan Negara”)

Raja Salman bin Abdil Aziz hafizhahullah berkata, mengutip ucapan ayahandanya (Raja Abdul Aziz) dahulu,

يقولون إننا وهابيون والحقيقة إننا سلفيون محافظون على ديننا
نتبع كتاب الله وسنة رسوله ﷺ هذا هو أساس الدولة السعودية منذ أن أنشئت

“Mereka, menjuluki kami dengan istilah wahabi. Padahal, sebenarnya kami adalah salafiyun yang menjaga kemurnian agama kami, mengikuti Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah landasan pokok Negara Saudi sejak pertama kali didirikan.”
( http://www.sunnahway.net/vb/showthread.php?t=120320 )

Dr. Zakir Naik hafizhahullah berkata,
“Kita sebagai muslim harus berhati-hati ketika mencocokkan Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern. Oleh karena itu kita hanya menggunakan fakta-fakta ilmiyah yang telah terbukti, misalnya bumi itu bulat, itu tidak mungkin salah. Ilmu pengetahuan yang telah terbukti tidak akan pernah diputar balikkan. Adapun ilmu pengetahuan yang belum terbukti seperti hepotesis dan teori, itu dapat diputar balikkan. Sarjana muslim mencoba membuktikan teori Darwin dari Qur’an. Hal itu mustahil, tidak seharusnya kita melampui batas dan mencocokkan segala sesuatu dari ilmu pengetahuan ilmu modern. Kita harus berhati-hati melihat apakah hal itu terbukti ataukah tidak. Jika telah terbukti, Alhamdulillah dengan bukti ilmiyah Al-Qur’an tidak pernah menentangnya”.
(Vcd Debat Kristologi Terseru Al-Qur’an dan Injil Mengupas Ilmu Pengetahuan)