RISET MEMBUKTIKAN BAU KENTUT MILIKI MANFAAT MEDIS

RISET MEMBUKTIKAN BAU KENTUT MILIKI MANFAAT MEDIS 💨

Adiba Hasan – Rabu, 19 Zulqa’dah 1436 H / 2 September 2015 21:30

JAKARTA (Arrahmah.com) –Allah Al-Khaliq telah merancang segala ciptaannya dengan fungsi yang tepat. Tak satu pun di dunia ini yang diciptakan-Nya tanpa manfaat. Bahkan, hal yang biasa dianggap remeh semisal gas kentut, ternyata membawa maslahat.

Sebuah penelitian unik telah dilakukan oleh sebuah tim peneliti barat. Kentut yang selama ini dianggap “sepele” mendapatkan tempat yang lebih baik akibat penelitian ini. Pasalnya, aroma tak sedap dari kentut ternyata dapat menjadi perantara bagi kesembuhan berbagai penyakit, seperti jantung, kanker, artritis juga demensia.

Hasil penelitian ini telah diuji kelayakannya dan dipublikasikan dalam jurnal Medchemcomm. Dilansir Times (4/8/2015) bahwa gas hidrogen sulfida dari kentut yang berasal dari pemecahan makanan oleh bakteri itu sangat berkhasiat.

“Gas hidrogen sulfida dalam dosis tinggi sebenarnya sangat mematikan. Namun, dalam kentut yang dosisnya sangat rendah justru dapat menyehatkan,” papar dr. Mark Wood selaku ketua tim penelitian.

Percobaan ini menggunakan desain penelitian eksperimen. Bahan ujinya merupakan gas buatan yang dibuat menyerupai kentut. Kentut buatan yang diberi nama AP39 tersebut diberikan pada mitokondria dalam dosis yang kecil. Kemudian, organ sel yang menyerap nutrisi ternyata berubah menjadi energi dengan cara menghancurkan bagiannya sendiri.Maasyaa Allah, dengan demikian bagian yang rusak itu menjadi hancur lalu terjadi revitalisasi sel.

“Gas kentut buatan kami bisa menjaga mitokondria yang hancur dalam proses penciptaan energi. Kami percaya, mengembalikan mitokondria adalah kunci mengobati berbagai penyakit,” kata Wood.

Penelaahan gas kentut

Menurut salah seorang Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor, sebelum penelitian tersebut di atas, beberapa tahun lalu, ditemukan beberapa kegunaan hidrogen sulfida di dalam tubuh. Di antaranya, gas tersebut berperan dalam mengatur tekanan darah dan mencegah terjadinya pembengkakan (anti-pembengkakan/ anti-inflamasi).

Para peneliti dari Peninsula Medical School dan Kings College di London telah berhasil mengetahui mekanisme peran gas hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Gas tersebut bekerja dengan melonggarkan jaringan pembuluh darah serta meningkatkan kelenturan pembuluh vena dan arteri. Akibatnya, peredaran darah dalam tubuh lebih lancar.

Hasil penelitian juga dapat menjelaskan keterkaitan fungsi H2S dengan gas-gas lainnya, semisal oksida nitrit (NO), dopamin, dan asetilkolin. Gas-gas tersebut sangat berperan dalam penyampaian sinyal antar sel saraf serta dapat membangkitkan atau meredam aktivitas pemikiran di otak.

Terkuaknya mekanisme peran gas kentut di dalam tubuh membawa angin segar bagi perkembangan dunia kesehatan. Penemuan ini dapat menginspirasi pembuatan dan modifikasi obat sehingga lebih tepat sasaran. Tak hanya itu, efek samping penggunaan obat juga dapat berkurang.

“Sekarang kita tahu peranan hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Adalah mungkin untuk merancang terapi obat yang meningkatkan pembentukan [pengaturan tekanan darah] itu sebagai alternatif cara menangani tekanan darah tinggi yang ada saat ini”, kata Solomon H. Snyder, MD dari John Hopkins Medical Institutions.

Selain berperan dalam pengaturan tekanan darah, gas hidrogen sulfida juga ternyata lebih aman dan efektif sebagai obat anti-pembengkakan (anti-inflamasi) . Hal tersebut merupakan temuan terkini para peneliti dari Peninsula Medical School.

“Meskipun obat-obatan anti-pembengkakan tradisional sangat ampuh dan aman, keduanya dapat merusak lapisan permukaan dalam dinding lambung pada sebagian orang sehingga menimbulkan gangguan lebih lanjut. Pelepasan H2S secara terkendali dan terus-menerus memberikan peluang bagi pengembangan kelompok baru obat-obatan anti-pembengkakan atau mendorong perbaikan obat-obatan yang ada sekarang sehingga [obat-obatan] itu juga melepaskan H2S dan harapannya menimbulkan lebih sedikit akibat samping pada lambung-usus”, papar Dr. Matt Whiteman.

Ia juga menambahkan, “kami baru saja mulai mengungkap peran mengejutkan H2S dalam tubuh. Tak hanya dalam sistem jantung-pembuluh darah, tetapi juga peranannya dalam anti-pembengkakan, pelemahan saraf, dan diabetes, serta perananya dalam kesehatan”